25 March 2020, 12:13 WIB

Provinsi Jateng Siapkan Ruang Isolasi Baru


Akhmad Safuan | Nusantara

JUMLAH kasus virus korona di Jawa Tengah terus bertambah, pemerintah daerah dan provinsi mulai menyiapkan ruang isolasi baru untuk mengantisipasi membludaknya pasien korban baru. Pemantauan Media Indonesia Rabu (25/3) jumlah kasus korona baik bertatus orang dalam pantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif korona terus bertambah setiap harinya, sehingga dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi membludaknya korban covid-19.

Data terhimpun dari tanggap covid-19 Jawa Tengah hingga saat ini jumlah pasien positif korona mencapai 19 orang, dan 15 orang kini dirawat di beberapa rumah sakit yakni 3 orang di RS Dr. Moewardi Solo, 5 orang di RS Dr. Kariadi Semarang, 1 orang di RS Tidar Magelang, 3 orang di RS Telogorejo Semarang, 1 orang di Rumah Sakit Wongso Negoro Semarang, 1 orang di RSUD Kraton Pekalongan, 1 orang di RS Margono Purwokerto.

Jumlah pasien positif korona meninggal juga bertambah dari sebelumnya sebanyak tiga orang kini menjadi empat orang yakni 3 orang di RS Dr.Moewardi Solo dan 1 orang di RS Dr. Kariadi Semarang.

Sementara itu jumlah ODP di Jawa Tengah telah mencapai 3.858 orang tersebar di 35 kabupaten/kota dan PDP juga mengalami peningkatan mencapai 257 orang dirawat di berbagai rumah sakit yang ada.

Pemerintah Kabupaten Kendal memanfaatkan 18 ruangan lantai bawah rumah susun sewa (Rusunawa) baru di Jalan Stadion Kebondalem, Kendal untuk menampung dan isolasi warga yang terkena virus korona, hal ini mengingat jumlah pasien di RSUD dr Soewondo terus membengkak.

"Meskipun hingga saat ini 16 ruangan di RSUD dr Soewondo dan swasta masih bisa menampung pasien korona, namun mengantisipasi lonjakan warga terkena covid-19, kita siapkan ruang isolasi baru di rumah susun tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal Ferinando Rad Bonay.

Sebanyak 18 ruangan di Rusunawa baru itu telah disiapkan untuk isolasi dengan fasilitas memadai seperti tempat tidur, almari dan peralatan medis.Selain ruang tersebut akan diberi pagar untuk memisahkan dengan warga umum di rusun itu, juga ditempatkan dokter dan paramedis yang memadai.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah mengatakan pemerintah telah menyiapkan beberapa sekenario untuk mengantisipasi penyebaran korona, baik itu ringan, sedang maupun berat, sehingga diharapkan hal ini akanndapat mempercepat proses menangani covid-19 tersebut.

baca juga: RSUD Larantuka Sediakan Tiga Posko Skrining Pengunjung

Sebagai langkah antisipasi membludaknya warga terdampak korona, lanjut Ganjar Pranowo, telah disiapkan ruang isolasi baru yakni Balai Diklat Pemprov, Balai Diklat Kemenag, Asrama Haji Donohudan, Hotel Kesambi milik Pemprov dan gelanggang olahraga seperti Jatidiri Semarang.

"Jika kondisi semakin memburuk kita sudah antisipasi dengan menyiapkan ruang isolasi tambahan. Bahkan rumah-rumah tenda untuk isolasi juga telah disiapkan apabila kondisi terburuk dan darurat," ujar Ganjar. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT