25 March 2020, 12:00 WIB

Banjir Pesanan Saat Karantina, Layanan Toko Daring Inggris Lumpuh


Galih Agus Saputra | Weekend

PROSES pengiriman logistik di Britania Raya tengah mengalami masalah. Sebab, beberapa saat setelah Perdana Menteri Boris Johnson memberikan aturan untuk tinggal di rumah bagi semua warga, sejumlah toko daring mengalami kelumpuhan server (jaringan).

Sebagaimana dilansir Daily Mail, sejumlah perusahaan pengelola toko serbaguna mengaku laman daringnya tidak dapat beroperasi (crash) karena saking banyaknya pembeli yang mengajukan pesanan. Bukan hanya pelanggan tetap, tetapi pelanggan baru juga tampak aktif dalam proses pembelian.

Pelanggan baru yang sempat terlayani pun tampaknya juga harus kecewa. Sebab pemilik toko daring menginformasikan bahwa pihaknya kehabisan jalur (slot) pengiriman barang. Saat ini, prioritas layanan sedang ditujukan kepada pelanggan tetap.

Media Indonesia juga sempat mencoba salah satu laman toko daring populer di Britania Raya, Ocado, Selasa (24/3). Kala itu, barang untuk melihat persediaan (stock) barang di laman tersebut saja sudah tidak bisa.

"You are in a virtual queue (baca: anda berada dalam antrian virtual -red)," tulis keterangan dalam laman tersebut.

Laman toko daring, Sainsbury masih bisa dibuka. Hanya saja, laman ini juga sudah berhenti melayani pengiriman untuk pelanggan baru.

"Karena peningkatan yang cukup besar dalam pesanan daring, sementara ini kami menghentikan pendaftaran pelanggan baru baru," tulis manajemen Sainsbury, sebagaimana dilansir Dailymail.

Kompetitor lainnya, Asda dan Tesco juga menerapkan kebijakan serupa. Mereka bahkan menginformasikan kepada pelanggan bahwa, pesanan belum dapat dikirim setidaknya hingga 13 April mendatang.

Meski begitu, tiap toko daring sudah menerapkan beberapa kebijakan yang sama. Pertama bekerja lebih awal dari biasanya, serta membatasi pembelian perlengkapan penting, misalnya, kertas toilet atau makanan kaleng. (M-1)

BERITA TERKAIT