25 March 2020, 10:58 WIB

Korban Meninggal Covid-19 Ribuan, Iran Tolak Bantuan Asing


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PEJABAT senior Iran menolak bantuan asing untuk menangani pandemi virus korona (Covid-19). Padahal, badan amal medis yang berbasis di Prancis telah menawarkan bantuan.

Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Iran hampir mencapai 2.000 orang. "Karena mobilisasi nasional Iran melawan virus ini dan penggunaan penuh kapasitas medis angkatan bersenjata, maka kebutuhan rumah sakit belum perlu diatur pihak asing. Kehadiran mereka saat ini dikesampingkan," ujar Alireza Vahabzadeh, penasihat Menteri Kesehatan Iran, melalui unggahan di akun Twitter.

Sebelumnya, Organisasi medis global asal Prancis, Doctors Without Borders (MSF), menyatakan rencana untuk mengirim tim beranggotakan sembilan orang, serta peralatan untuk mendirikan rumah sakit berkapasitas 50 tempat tidur. Namun, pihak oposisi dari kalangan ultrakonservatif di Iran menuduh staf MSF akan melakukan gerakan mata-mata.

Baca juga: Banyak Negara Lockdown, Pengguna Platform Facebook Melonjak

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, mengungkapkan 1.762 kasus baru Covid-19 telah dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Total sebanyak 24.811 orang dinyatakan positif terjangkit virus korona. Lebih lanjut, Jahanpour mengumumkan 22 kasus kematian baru, sehingga jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Iran mencapai 1.934 orang.

Angka kematian akibat Covid-19 di Iran tertinggi setelah Italia, Tiongkok dan Spanyol. Namun, pemerintah Iran belum memberlakukan lockdown seperti negara lainnya. Di lain sisi, Iran tengah menikmati perayaan liburan Tahun Baru Persia selama dua pekan. Tecermin dari sejumlah ruas jalan yang dipenuhi kendaraan, lantaran banyak warga mengunjungi keluarganya.

Meski otoritas berwenang meminta warga untuk tetap tinggal di rumah, namun imbauan itu tidak dilakukan. Sejumlah pusat perbelanjaan dan lokasi wisata pun telah ditutup (AFP/CNA/OL-11)

BERITA TERKAIT