25 March 2020, 10:36 WIB

Banyak Negara Lockdown, Pengguna Platform Facebook Melonjak


Nur Aivanni | Internasional

FACEBOOK mengungkapkan penggunaan seluruh platformnya mengalami peningkatan di sejumlah negara, yang menerapkan kebijakan lockdown akibat virus korona (Covid-19).

Salah satunya, Italia. Penggunaan fitur group video call di negara itu meroket lebih dari 1000% dalam sebulan terakhir. Raksasa teknologi menyatakan total lalu lintas pengiriman pesan di semua platform meningkat sekitar 50% di seluruh negara. Terutama, yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Facebook menaungi aplikasi Instagram berikut aplikasi pengiriman pesan WhatsApp. Namun, perusahaan mengklaim penggunaan yang lebih tinggi tidak akan mendorong peningkatan iklan digital di seluruh dunia.

Baca juga: WHO: Pasca Lockdown, Negara Harus Cegah Virus Tidak Muncul Lagi

"Kami tidak menghasilkan uang dari banyak layanan, meski terjadi peningkatan akses," bunyi keterangan Facebook dalam sebuah unggahan.

Korban meninggal akibat Covid-19 di Italia tercatat lebih dari 6.000 orang. Seiring dengan kenaikan dalam penggunaan fitur group video call, negara itu melihat adanya kenaikan penggunaan hingga 70%, di mana warga menghabiskan waktu untuk mengakses aplikasi milik Facebook.

Facebook menguraikan sejumlah langkah yang diambil untuk meningkatkan kapasitas di tengah tingginya penggunaan aplikasi. Mengingat, banyak orang terpaksa beraktivitas di rumah.

 "Kami memantau pola penggunaan dengan hati-hati, membuat sistem kami lebih efisien dan menambah kapasitas sesuai kebutuhan," ujar Alex Schultz, wakil presiden analisis, berikut Jay Parikh, wakil presiden bidang teknik menulis, dalam sebuah unggahan.

Baca juga: Kata-Kata Penguat Warga Italia di Tengah Pandemi Covid-19

Akan tetapi, manajemen Facebook mengakui situasi ini bisa menjadi lebih sulit. "Menjaga stabilitas di seluruh lonjakan penggunaan ini lebih menantang daripada biasanya. Karena sebagian besar karyawan kami bekerja dari rumah. Kami mengalami catatan baru dalam penggunaan hampir setiap hari," lanjut keterangan tersebut.

Facebook telah menurunkan kualitas video di Eropa untuk membantu mengurangi permintaan penyedia layanan internet. Langkah serupa juga diambil Amazon, Apple TV+ dan Netflix.(BBC/OL-11)

BERITA TERKAIT