25 March 2020, 10:35 WIB

Khofifah Mohon Doa Ulama Agar Covid-19 Segera Berlalu


Aries Wijaksena | Nusantara

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menyampaikan kondisi terkait penyebaran virus corona atau Covid-19. Termasuk di hadapan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jatim.

Penyampaian informasi dan kebijakan-kebijakan Pemprov Jatim dalam pencegahan Covid-19 kepada PWNU Jatim tersebut disampaikan Khofifah panggilan akrab Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (24/3). 

Adapun yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya KH Anwar Manshur, KH Ali Masyhuri, KH Atho’illah Manshur, KH Marzuki Mustamar, Hasan Ubaidillah, Matorur Rozaq, Prof. Dr. Akh. Muzakki, dan Rofii Satgas COVID 19 PWNU. 

Dari Pemprov Jatim diikuti juga Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya Joni Wahyuhadi, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Suban Wahyudiono, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Setda Hudiono, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  M Yasin.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan, penyebaran Covid-19 sebarannya masif. Karena itu, peran Para kyai sangat penting menjadi penguat bagi Provinsi Jatim dari sisi  sosialisasi, edukasi serta  kekuatan spiritualitas.

Menurutnya, berbagai ikhtiar telah dilakukan baik dari pemerintah provinsi, Forkopimda,  maupun kabupaten/kota di Jatim. Jumlah bed di rumah sakit telah ditambahkan, alat logistik seperti alat pelindung diri (APD) maupun disinfektan telah disiapkan. Begitu juga di Gedung Negara Grahadi juga ada room screening, drive thru  disinfektan. Semuanya dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

“Tetapi ada sesuatu kekuatan yang kita ingin berseiring dengan seluruh ikhtiar baik dari pemerintah, paramedik, relawan dan semuanya. Kita mohonkan kepada para masyayikh, para ulama, para kyai bagaimana mengetuk pintu langit melalui  proses  religiusitas dengan bermunajat kepada Allah SWT  dengan mengajak seluruh kekuatan pesantren, para masyayikh, para ulama berseiring dengan keinginan kita supaya Indonesia dan Jatim terbebas dari wabah  Covid-19,” ujar orang nomor satu di Jatim. 

Lebih lanjut disampaikannya, Covid-19 ini merupakan pandemi. Dampaknya sangat mempengaruhi perekonomian yang saling berantai. Kita harus gotong royong menyeleseikan dampak covid - 19 ini. 

Sementara itu, Wakil Rais Suriyah PWNU Jatim KH Ali Masyhuri mengingatkan kesehatan itu dalam kebahagiaan. Ketenangan jiwa itu separuh dari kesehatan seseorang. 

“Saya atas nama Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo dan Wakil Rais NU Jawa Timur mengajak kepada warga Jawa Timur khususnya, seluruh rakyat Indonesia umumnya, mari kita tetap tenang. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Yakinlah Allah menurunkan penyakit pasti ada obatnya. Belajarlah berpikir positif,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar mengatakan, secara umum NU di Jatim mengikuti protokoler yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebagai contoh meliburkan pondok pesantren, meliburkan pengajian umum tempat berkumpulnya orang.

“Kita meliburkan pengajian umum tempat berkerumunnya orang banyak, tapi bukan berarti terus tidak ada acara beribadah. Kita mohon kepada masyarakat termasuk santri yang pulang memaksimalkan pendekatan diri kepada Allah di rumah berjamaah dengan bapaknya, keluarganya. Dan lingkungan mushola karena tidak berkumpul dengan orang banyak, paling banyak orang sepuluh. Setelah sholat kita mohon mereka baca dzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah,” imbuhnya. (A-2) 

BERITA TERKAIT