25 March 2020, 10:26 WIB

Olimpiade Ditunda, Kemenpora Tinjau Ulang Anggaran Atlet


Akmal Fauzi | Olahraga

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga akan meninjau ulang kebutuhan anggaran atlet yang berdampak atas penundaan Olimpiade Tokyo 2020 hingga satu tahun ke depan.

"Kemenpora bersama NOC (Komite Olimpiade Indonesia) dan NPC (Komite Paralimpiade Nasional) akan segera mereview ulang kebutuhan anggaran yang tersedia karena pemerintah sedang memfokuskan pada penanganan virus korona," kata Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Rabu (25/3).

Baca juga: Penundaan Olimpiade Jepang Pertama Kali Sejak 1896

Berdasarkan catatan Media Indonesia, sudah ada 10 cabang olahraga yang sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait dana pelatnas Olimpiade.

Kemenpora meminta kepada pihak-pihak yang melakukan pelatnas untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan sesuai protokol yang sudah ditetapkan pemerintah. 

"Jika terpaksa dengan long distance supervision disesuaikan dengan anggaran yang tersedia," kata Gatot.

Gatot menjelaskan, Kemenpora menghormati sepenuhnya keputusan bersama Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pihak penyelenggara yang menunda pelaksanaan Olimpiade 2020.

Kemenpora, kata Gatot, juga mengapresiasi sikap bijaksana dari pimpinan IOC dan Pemerintah Jepang yang lebih mengutamakan keselamatan seluruh atlet dan semua pihak yang akan terlibat dalam ajang olahraga tersebut.

Kemenpora mendukung sepenuhnya kesepakatan tersebut yang memastikan bahwa Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung paling lambat tahun depan akan digabung dengan Paralimpik, sehingga akan bernama Olympic and Paralympic Games Tokyo 2020.

Baca juga: Olimpiade Ditunda, KOI Akan Koordinasi dengan IOC

"Khusus kepada NOC dan NPC Indonesia dan seluruh pimpinan cabor serta para atlet yang sudah cukup lama melakukan persiapan, Kemenpora sepenuhnya percaya bahwa mereka ini tentu sangat memahami, karena penundaan ini tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga seluruh negara di dunia, dan apalagi kerepotannya yang dialami Pemerintah Jepang," ungkap dia.

Oleh karena itu, untuk para atlet khususnya yang sudah dan belum lolos kualifikasi olimpiade dan paralimpik untuk tetap semangat dalam berlatih dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi akibat masih merebaknya virus korona. (OL-6)

BERITA TERKAIT