25 March 2020, 07:07 WIB

Satu Tahun MRT Beroperasi Layani 30 Juta Penumpang


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

TEPAT satu tahun lalu, 24 Maret 2019, menjadi salah satu momen bersejarah dalam transportasi di Indonesia. Moda Raya Terpadu (MRT) pertama di Indonesia resmi beroperasi. Diresmikan satu tahun lalu pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo, MRT Jakarta hadir dengan rute sepanjang 16 km beroperasi dari Lebak Bulus-Bundaran HI, yang terdiri dari tujuh jalur layang dan enam jalur bawah tanah.

Hingga saat ini telah melayani lebih dari 30 juta penumpang dengan rata-rata penumpang mencapai sekitar 90 ribu orang per hari. Hal ini menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar sangat membanggakan mengingat target semula hanya 65 ribu orang per hari.

Layanan operasional pun telah menunjukkan ketepatan waktu 99,8% meliputi waktu tempuh, kedatangan, dan waktu keberangkatan kereta. Dalam satu tahun ini pula, pembangunan fase 2 dimulai. Bahkan, PT MRT Jakarta melahirkan anak perusahaan patungan bersama PT KAI (Persero), PT MITJ, yang akan mengelola kawasan di sekitar stasiun kereta di wilayah Jabodetabek.

William, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat, karena capaian MRT Jakarta dalam satu tahun ini merupakan bentuk peran serta dan dukungan penuh dari masyarakat.

"Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari peradaban baru transportasi publik di Indonesia. Kami berharap MRT Jakarta dapat terus menjadi transportasi publik yang dapat selalu dipercaya dan diandalkan oleh masyarakat dalam mendukung mobilitas sehari-hari,” kata William dalam keterangan resminya, Selasa (24/3).

William juga mengakui bahwa masih banyak evaluasi yang harus dilakukan MRT Jakarta untuk memberikan pelayanan yang optimal.

"Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan dan kenyamanan agar semakin mendorong minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik khususnya MRT Jakarta untuk mobilitas keseharian," tambahnya.

baca juga: Covid-19 Mewabah, Penyemprotan Disinfektan Digalakkan

Meski baru berumur satu tahun, MRT Jakarta telah mampu menjadi katalis perubahan budaya mobilitas masyarakat dengan penerapan kedisiplinan di sarana publik, antre sebelum masuk dan keluar kereta maupun stasiun, hingga mendorong lebih banyak masyarakat berjalan kaki dalam mobilitas kesehariannya. Kehadiran MRT dengan upaya pengembangan sarana maupun pra sarana, penambahan jalur atau rute, integrasi transportasi publik, serta penataan kawasan stasiun dengan pendekatan Kawasan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD), juga menjadi pendorong perubahan wajah Jakarta menjadi ramah pejalan kaki dan pesepeda melalui konsep pengembangan kota urban regeneration. Sejalan dengan hal tersebut, diharapkan MRT Jakarta dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam beraktivitas di Jakarta. Partisipasi publik menjadi kunci dari upaya pemerintah dalam menata kotanya.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT