24 March 2020, 21:40 WIB

Moscow Juga Terapkan Belajar di Rumah karena Korona


Insi Nantika Jelita | Internasional

Rusia sebagai salah satu negara dengan laporan 438 kasus covid-19, menganjurkan kepada warganya untuk berdiam diri di rumah dan membatasi aktivitas sosial.

Sellita,24, salah satu mahasiswi magister di Kampus Higher School of Economics Moscow, Moskow, Rusia, menceritakan bahwa di kampusnya sudah menerapkan belajar di rumah atau learning from home per (16/3) hingga Juni mendatang.

"Kebijakan ini sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah penyebaran virus melalui kontak sosial. Pemerintah Rusia juga mengimbau untuk melakukan self-isolate di rumah bagi setiap masyarakat," ujar Sellita kepada Media Indonesia, Jakarta, Selasa (24/3).

Selain di kampusnya, Moscow State University, MGIMO University, Saint Petersburg State University juga menerapkan hal serupa.

Menurutnya, hampir seluruh kegiatan perkantoran formal dan informal telah diberlakukan kerja di rumah atau work from home. Kebijakan ini dibuat berdasarkan pandemi korona di hampir seluruh belahan dunia.

Mahasiswi asal Indonesia ini menuturkan, banyak mahasiswa asing maupun lokal memilih untuk meninggalkan asrama di kampus untuk pulang kerumah masing-masing. Hal ini tentunya menjadi dilemma bagi mahasiswa asing yang jauh dari Rusia seperti dirinya yang berasal dari Indonesia.

"Saya merasakan dilema dan resah karena kasus yang terjadi di tanah air ternyata lebih besar jika dibandingkan dengan kasus yang ada di Rusia," imbuh Selli.

Tidak hanya itu, kegalauan Sellita juga berdasarkan kebijakan beberapa maskapai internasional yang telah membatasi penerbangan ke beberapa Negara termasuk Indonesia terhitung sejak 20 Maret 2020.

Salah seorang kerabat Sellita bernama Hartati, 26, harus melupakan angan-angannya sementara waktu untuk bertemu keluarga dan sanak saudara di Indonesia dalam waktu dekat karena pembatasan maskapai.

"Pilihan untuk menetap di asrama di sini pun menjadi pilihan terakhir bagi mahasiswa asing. Karena sebagian besar mahasiswa tinggal sementara di Rusia. Walaupun, tinggal diasrama bukanlah pilihan yang cukup tepat untuk melakukan self-isolate karena rentan lakukan kontak sosial," jelas Sellita.

Beberapa asrama telah menerapkan kebijakan dengan melakukan cek suhu sebelum dan sesudah meninggalkan asrama. Salah satunya adalah asrama 7 HSE 1-Y Saratovskiy Proyezd, Moscow.

Sellita juga menceritakan bahwa Walikota Moskow, Sergei Sobyanin mengeluarkan kebijakan untuk setiap warga yang lanjut usia akan menerima pembayaran 4.000 rubel atau sekitar Rp900 ribu, sebagai kompensasi karena mematuhi anjuran dari pemerintah.

"Kami hanya berharap wabah yang melanda dunia ini segera berakhir sehingga aktivitas akan kembali berjalan normal seperti sedia kala," tandas Sellita. (OL-2)

BERITA TERKAIT