24 March 2020, 20:05 WIB

Imbas Covid-19, Sri Mulyani: Dunia Hadapi Krisis Kemanusiaan


Hilda Julaika | Ekonomi

MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menggambarkan situasi dunia saat ini sebagai krisis kemanusiaan. 

Begitupun yang menimpa Indonesia saat ini merupakan sebuah krisis kesehatan dan kemanusiaan sebagai implikasi dari merebaknya virus korona (covid-19). 

Pihaknya menegaskan tengah berupaya agar krisis ini tidak berubah menjadi krisis ekonomi.

“Sekarang seluruh dunia sedang menghadapi krisis di bidang kemanusiaan. Yang sedang diupayakan jangan sampai memengaruhi secara mendalam ke krisis ekonomi dan keuangan,” ujar Sri Mulyani melalui konferensi yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Selasa (24/3).

Pihaknya tengah berusaha kuat agar krisis kesehatan ini tidak melampaui batas (spill over) sehingga menimbulkan krisis ekonomi. Saat ini yang terjadi baru adanya ekonomi kontraksi namun belum sampai ke titik krisis ekonomi. Untuk itu, berbagai koordinasi tengah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kita sedang cegah di bidang krisis kesehatan tidak menimbulkan spill over. Ekonomi kontraksi. Krisis ini diharapkan tidak menimbulkan spill over, sosial dan keuangan,” tegasnya kepada awak media.

Baca juga: Dampak Covid-19, Pemerintah Siapkan Perppu Pelebaran Defisit APBN

Sri Mulyani kembali mengingatkan bahwa situasi kali ini berbeda dengan yang terjadi pada Krisis 1998. Pada saat itu lembaga keuangan dan perbankan mengalami kebangkrutan. Oleh karena itu, reaksi bersama seluruh kepala negara pun menjadi penting dalam pengambilan kebijakan. Bila tidak ada kesamaan pandangan maka dikhawatirkan kondisi ini akan semakin memburuk.

“Emergency di tingkat leader jadi penting, seperti 2009. Ini sektor kesehatan dan keamanan bisa masuk ke ekonomi semoga tidak ke krisis lainnya termasuk ekonomi," harapnya. (A-2)

BERITA TERKAIT