24 March 2020, 19:39 WIB

Polri Pantau Harga Masker di Pasar Pramuka


Tri Subarkah | Megapolitan

KAPOLRES Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi beserta jajarannya menyambangi Pasar Pramuka, Matraman hari ini, Selasa (24/3). Arie menyebut kunjungannya untuk mengimbau dan berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya maupun asosiasi pedagang untuk membantu mengendalikan harga masker.

Di sana, Arie mengaku masih menemui pedagang yang menjual masker dengan harga yang tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya sekaligus melakukan penertiban kepada beberapa pedagang.

"Memang tadi masih ada harga yang mahal. Tapi sebetulnya dari asosiasi, mereka sepakat untuk harganya itu biar tidak terlalu tinggi lah. Dan memang tadi yang ditertibkan itu pedagang-pedagang liar yang tidak ada izin di sana. Mereka yang suka mainin harga tuh, yang di emperan-emperannya itu," kata Arie kepada Media Indonesia, Selasa (24/3).

Dari hasil pemantauannya, Arie mengatakan pedagang-pedagang tak berizin tersebut menjual masker dengan harga Rp400-500 ribu per boks. Padahal menurutnya, harga yang sudah disepakati berkisar di angka Rp200 ribuan. Namun, jajaran Polres Metro Jakarta Timur tidak melakukan penindakan hukum terhadap pedagang nakal tersebut.

"Ditertibkan aja, cuma diklarifikasi. Nggak ada yang diproses. Alasannya mereka juga sudah dapat harga segitu," terang Arie.

"Makanya kita mau tau nih di mana sebetulnya mulai membengkaknya harga," imbuhnya.

Selain mengimbau pedagang untuk tidak menaikan harga dengan memanfaatkan situasi penyebaran virus korona baru (covid-19), Arie juga menyosialisasikan soal social distancing.

"Tadi sih kita melakukan imbauan terkait social distancing. Supya mereka jaga jarak, karena kan masih padat," ujar Arie.

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan Satgas Pangan terus melakukan penyelidikan terhadap kelangkaan dan tingginya harga masker maupun hand sanitizer di pasaran.

"Sementara ini ditemukan fakta di lapangan bahwa tingginya tingkat permintaan dari masyarakat atas kedua barang tersebut," pungkas Argo. (OL-8).

BERITA TERKAIT