24 March 2020, 17:08 WIB

NasDem Setuju Rapid Test Anggota Dewan Asal tak Pakai Uang Negara


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

KETUA Fraksi NasDem, Ahmad Ali, mengatakan bahwa NasDem tidak setuju bila anggota dewan melakukan rapid test dengan menggunakan uang negara. Kalau memang ingin melakukan tes, mereka harus menggunakan dana pribadi.

"Yang salah kalau masyarakat bayar, anggota DPR tidak bayar. Ini anggota DPR bayar, NasDem tidak setuju kalau menggunakan APBN," ujar Ahmad Ali, dalam keterangannya, Selasa, (24/3).

Baca juga: Kasus Kumulatif Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 686 Orang 

Ia menilai pada dasarnya semua orang berpotensi tertular Covid-19. Untuk itu, semakin banyak rapid test dilakukan akan semakin baik bagi upaya pencegahan penyebaran.

Menurut Ali, tak masalah anggota DPR melakukan rapid test. Sebab masyarakat dan wakil rakyat punya kedudukan sama untuk menjalani tes cepat virus korona.

"Ini bukan persoalan siapa yang didahulukan. Tapi antara satu masyarakat, satu kelompok punya potensi yang sama. NasDem setuju dilakukan tes," tutur Ali.

Seperti diketahui, seluruh anggota DPR RI akan menjalani tes Covid-19. Tes dijadwalkan akan dilakukan mulai Kamis, (26/3). Tes direncanakan akan dilakukan di lingkungan kompleks perumahan anggota DPR Kalibata dan Ulujami. Setiap anggota akan dites secara bergiliran.

Terkait biaya, Sekjen DPR, Indra Iskandar mengatakan bukan dari anggaran negara. Melainkan murni hasil sumbangan pimpinan dan para anggota DPR.

"Ini ada beberapa sumbangan anggota pimpinan untuk mengadakan rapid testnya. Tapi kalau penanganannya itu ya tentu itu ada dengan intern dokter dan paramedis kami jadi sebenarnya tidak ada biaya khusus dari anggota yang dikeluarkan," ujar Indra. (OL-6)

BERITA TERKAIT