24 March 2020, 16:16 WIB

​​​​​​​45 Berita Bohong soal Covid-19 Ditindak Polisi


Sri Utami | Megapolitan

SEBANYAK 45 kasus penyebaran berita bohong (hoaks) terkait virus korona (covid-19) telah ditangani oleh polri. 

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya terus mencari berbagai informasi menyesatkan atau bohong yang disebarkan di media sosial tentan wabah covid 19. 

"Sampai saat ini ada 45 kasus dengan penambahan dari Polda NTB sebanyak satu kasus," ujarnya, Selasa (24/3).

Dia meminta masyarakat untuk tidak mudah memercayai informasi yang tidak jelas asalnya yang kemudian bisa dilaporkan ke polisi. 

"Jika menemukan informasi seperti itu bisa dilaporkan," imbuhnya. 

Tersangka penyebaran berita bohong diancam dengan hukuman undang-undang ITE dengan hukuman penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar. 

Baca juga: Patroli Siber Terus Memburu Penyebar Hoaks Soal Covid-19

Sementara itu terkait pembubaran dan penindakan perkumpulan massa sesuai dengan maklumat kapolri, hingga kini belum ada kasus yang ditindak. 

"Belum ada. Karena kami tentu melakukan himbauan persuasif dan humanis lebih dulu," ucapnya. 

Polri menetapkan kriteria perkumpulan massa yang dapar dibubarkan di antaranya pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan lainnya. Selain itu juga konser musik, pekan raya,festival, bazar, pasar malam, pameran hingga resepsi keluarga. 

"Kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan termasuk unjuk rasa dan pawai. Pokoknya kegiatan yang lainnya yang bisa membuat kumpul orang atau massa dalam jumlah banyak," tukasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT