24 March 2020, 16:15 WIB

Ini Tata Cara Penanganan Jenazah Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS esehatan DKI Jakarta mengeluarkan Surat Edaran No 55 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19.

Edaran yang diteken Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada 20 Maret 2020 itu mengatur tata cara menangani jenazah yang terpapar korona.

Jenazah pasien Covid-19 harus dilapisi sebanyak tiga lapis sebelum diantar ambulans jenazah ke tempat pemakaman umum (TPU).

"Pertama, jenazah dibungkus dengan kain kafan. Kedua, jenazah dibungkus dengan bahan plastik tertutup yang diikat dan dirapatkan. Ketiga, atau lapisan terakhir adalah jenazah dimasukkan ke dalam kantung jenazah yang ditutup rapat," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinkes DKI Verry Adrian saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).

Setelah dipastikan kantung jenazah telah disegel dan tertutup rapat, kantung itu harus disemprot cairan disinfektan.

Jenazah juga harus dibawa dengan brankar khusus ke ruang pemulasaran oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Jika harus dilakukan autopsi, harus dilakukan oleh petugas khusus atas seizin keluarga serta izin direktur RS.

Petugas yang mengurus jenazah harus menggunakan APD lengkap. Jenazah pun tidak boleh dibalsam atau diawetkan.

Verry menyebut apabila keluarga berkeinginan melihat jenazah terakhir kali, tetap harus menggunakan APD lengkap. Dinkes pun merekomendasikan jenazah dimakamkan tidak lebih dari empat jam setelah waktu kematian.

Jenazah pasien Covid-19 juga dilarang melintasi pelabuhan, bandara serta pos batas lintas darat negara. Apabila keluarga ingin jenazah dikremasi, keluarga harus berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

"SE dikeluarkan sebagai panduan. Supaya tenaga kesehatan dapat terlindungi ya. Bukan hanya petugas kesehatan, tapi juga utk melindungi keluarga dan tenaga non kesehatan (petugas kendaraan jenazah misalnya)," pungkasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT