24 March 2020, 15:07 WIB

Ini Manfaat dan Bahaya Klorokuin Menurut Pakar Farmasi UGM


Ardi Teristi Hardi | Humaniora

NAMA obat Klorokuin belakangan naik daun karena disebut bisa mengatasi covid-19. Bahkan, Presiden Joko Widodo telah memesan obat tersebut dalam jumlah banyak agar bisa mengobati pasien covid-19 yang ada di Indonesia.

Walau obat Klorokuin diyakini mampu mengobati covid-19, masyarakat perlu memperhatikan dampak bagi kesehatan jika mengonsumsinya secara sembarangan.

Lewat siaran pers dari Humas UGM, Guru Besar Farmasi UGM, Prof Dr Zullies Ikawati memperingatkan, klorokuin adalah obat keras yangg juga ada efek sampingnya.

"Harus digunakan dengan resep dokter. Sebaiknya digunakan bagi mereka yang sudah positif kena atau suspect,'' kata Zullies, Selasa (24/3).

Dia menjelaskan, Klorokuin awalnya adalah obat antimalaria yang kemudian digunakan juga sebagai imunosupresan pada pasien dengan penyakit autoimun, seperti lupus atau artritis rematoid. Belakangan, klorokuin juga disebut memiliki efek antiviral, dan bahkan dipakai untuk mengatasi covid-19 di Tiongkok.

‘’Klorokuin memang dilaporkan memiliki efek antiviral yang kuat terhadap virus SARS-CoV. Obat ini bekerja dengan mengikat reseptor seluler angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang merupakan tempat masuknya virus SARS-CoV sehingga menghambat masuknya virus ke dalam sel,’’ ucapnya.

Selain itu, tambah Zullies, klorokuin mampu meningkatkan pH endosomal yang menyebabkan hambatan replikasi virus karena replikasi virus membutuhkan suasana asam.

Selain hal-hal tersebut, dia ingatkan, sebagai obat dengan kategori obat keras, Klorokuin harus digunakan dengan resep dokter dan sebaiknya digunakan untuk yang sudah positif atau tersangka. Bila tidak terkena lalu mengonsumsi maka efeknya tidak kecil, seperti gangguan penglihatan dan terjadinya abnormalitas pada jantung. Ia pun menyarankan agar masyarakat juga tidak menimbun obat tersebut.

Ia pun menganjurkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan meningkatkan sistem imun daya tahan tubuh melalui menjaga kebersihan dan berolahraga secara teratur di rumah. Untuk mencegah terkena virus corona ini ia menganjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan olahraga secara teratur.

‘’Sering cuci tangan, hindari kerumunan, jaga jarak dan jangan stres. Tetap waspada tapi tidak panik,’’ ujarnya.

Soal khasiat mengonsumsi jahe merah untuk mencegah covid-19 menurutnya belum bisa dibuktikan karena diperlukan penelitian lebih lanjut, Efektif atau tidaknya, kata dia, belum bisa dibuktikan karena penyakit covid-19 saja baru berlangsung.

Pasien positif terkena virus korona yang meninggal lebih banyak dijumpai pada pasien yang lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta seperti jantung, hipertensi, diabetes sehingga kondisi itu mungkin yang memperberat infeksinya. Di sisi lain, pasien korona yang berhasil sembuh, nila dia, karena mendapatkan terapi pada saat yang tepat dan memiliki sistem imun yang lebih baik sehingga lebih cepat mengeliminasi virusnya. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT