24 March 2020, 14:05 WIB

Pemerintah Didorong Bangun Bilik Disinfeksi Basmi Covid-19


Abdillah Muhammad Marzuqi | Humaniora

PEMERINTAH melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terkait penetapan darurat bencana non-alam memutuskan Indonesia tidak akan melakukan lockdown (penutupan wilayah). 

Anggota DPR RI Marwan Jafar mengapresisasi kebijakan tersebut, tapi ia mendorong pemerintah membangun bilik disinfektan guna membasmi covid-19 

 "Sebaiknya pemerintah melalui lembaga-lembaga BUMN bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi misalnya, segera membuat bilik disinfektan yang menyemprotkan zat natrium chlorida (garam) buat dimanfaatkan masyarakat. Vietnam sudah menerapkan pembuatan bilik disinfeksi ini dan dapat menahan penyebaran Covid-19 secara signifikan," ujar anggota Komisi VI DPR itu melalui pernyataan resmi, Selasa (24/3).

Ia menambahkan, berapa sumber menyebutkan, bilik yang menyemprotkan air elektrolit ini didesain dan sudah diproduksi oleh Vietnam untuk digunakan di area padat penduduk. 

Fungi bilik disinfektan ini untuk membatasi penyebaran patogen atau mikro organisme berbahaya, terutama terkait wabah Covid-19.


Hanya butuh waktu 15-20 detik untuk membersihkan tubuh seseorang di bilik ini. Satu bilik instalasi, jelasnya, bisa digunakan sampai 1.000 orang per hari. 

Ruang disinfektan ini dirancang secara modular atau portable sehingga dapat dengan mudah dilepas dan diangkut buat pindah tempat. Komponen utama dari bilik ini adalah semprotan yang bisa berputar 360 derajat dan sensor inframerah, yang secara otomatis mengaktifkan penyemprotan ketika seseorang masuk.
  
"Sistem disinfektan ini terdiri dari dua bilik. Satu bilik menyemprotkan air elektrolit dalam bentuk tetesan, sedangkan bilik lainnya mengarahkan panas dan ozon ke tubuh pengguna bilik. Air dialirkan dengan pipa biasa yang sudah dicampur dengan natrium klorida terlarut. Larutan ini diklaim dapat membersihkan sistem pernapasan," tandas Marwan.

Ia menambahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90% bakteri dan virus di permukaan tubuh, pakaian, sepenuhnya dibasmi setelah dilakukan disinfeksi. Selain penularan antarmanusia, virus itu biasanya menempel di permukaan pakaian, tas, sepatu, dll.

"Ikhtiar pembuatan bilik disinfeksi ada baiknya dibuat di Indonesia oleh BUMN sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Di samping itu, upaya-upaya seperti isolasi mandiri disarankan terus dipraktekkan secara disiplin-ikhlas oleh segenap warga masyarakat," tandas mantan Menteri Desa-PDTT ini. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT