24 March 2020, 14:16 WIB

Pembatalan UN Demi Keselamatan Pelajar


Andhika Prasetyo | Humaniora

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan keputusan pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2020 dilakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan para pelajar dan keluarga mereka.

"Ada 8 juta siswa yang terdaftar mengikuti UN. Jika itu tetap dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, risiko besar akan menghampiri, tidak hanya bagi para siswa tetapi juga keluarga mereka. Jumlah mereka sangat besar," ujar Nadiem usai mengikuti rapat terbatas, Selasa (24/3).

Baca juga: Resmi, UN 2020 Ditiadakan

Walaupun UN dibatalkan, sekolah-sekolah masih bisa menggelar ujian secara mandiri. Dengan catatan, kegiatan tersebut tidak dilakukan secara tatap muka atau mengharuskan pelajar ke sekolah dan berkumpul di suatu ruangan. "Sekolah bisa melakukan ujian secara daring," tuturnya.

Jika sekolah mengalami kesulitan menerapkan hal tersebut, maka dapat dilakukan penilaian terhadap para pelajar dari hasil pembelajaran selama lima semester ke belakang. "Opsi-opsi itu bisa ditentukan setiap sekolah," tutur Nadiem.

Ia menambahkan, hasil penilaian tersebut nantinya bisa menjadi bekal untuk penerimaan peserta didik baru di tahun ajaran berikutnya.

"Sangat penting untuk diketahui bahwa pembatalan UN tidak boleh berdampak pada penerimaan peserta didik baru," jelasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT