24 March 2020, 13:17 WIB

Antrean Panjang di Wisma Atlet, BUMN Minta Masyarakat Memaklumi


Despian Nurhidayat | Megapolitan

STAF Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengharapkan masyarakat memaklumi adanya antrean panjang di Wisma Atlet Kemayoran yang kini telah dialihfungsikan menjadi Rumah Sakit Darurat penanggulangan virus korona (Covid-19).

Wajar saja, tempat yang mampu menampung sebanyak 1.500 pasien tersebut langsung diserbu oleh 30 pasien dalam kurun waktu 1 jam saja saat resmi dibuka pada Senin (23/3) sore lalu.

Baca juga: Tolak Rapid Test, PAN: Tenaga Medis yang Utama Didahulukan

"Pas dibuka, jam 5 sore dalam 1 jam langsung masuk 30 pasien. Antre panjang, karena pasien yang nggak bisa masuk Rumah Sakit rujukan mau masuk wisma semua. Jadi mohon dimaklumi kalau antrean panjang. Kan tidak mungkin 100 pasien langsung kita layani secara serentak. Kita akan terus tingkatkan service level kita supaya lebih baik," ungkapnya saat melangsungkan video conference, Selasa (24/3).

Lebih lanjut, Arya juga mengatakan di Wisma Atlet telah tersedia beberapa relawan yang diseleksi dari 2.600 orang untuk untuk tinggal di sana. Relawan tersebut juga diketahui sudah melalui tahap seleksi yang dilakukan sejak kemarin.

"Ya, semua yang di seleksi ikut tes kesehatan. Tes darah, paru-paru, swap tes dan rapid test. Jadi kita tahu kesehatan mereka," lanjutnya.

Zona Hijau Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. MI/VICKY GUSTIAWAN

Selain itu, Arya juga menambahkan, bahwa Wisma Atlet tersebut kini telah dibagi kedalam beberapa zona. Ada zona hijau yang diperuntukkan bagi publik, wartawan dan lainnya.

"Lalu ada zona kuning untik tenaga medis dan supporting non medis karena harus ada pelayanannya juga dan ditangani oleh HIn atau Hotel Indonesia Natour. Terakhir ada zona merah ini khusus untuk pasien, hanya yang pakai APD yang boleh berada di sini termasuk pasien. Saya harap mudah-mudahan tempat ini bisa menampung banyak pasien," pungkas Arya. (OL-6)

BERITA TERKAIT