24 March 2020, 12:40 WIB

Lantaran Wabah Korona, Ritual Pemakaman pun Berubah


Melalusa Susthira K | Weekend

PANDEMI Korona tidak  hanya telah mengubah cara bekerja atau berinteraksi social, melainkan juga cara prosesi pemakaman. Ketika imbauan menjaga jarak secara fisik diterapkan guna mencegah risiko penularan virus korona,prosesi pemakaman yang biasanya kerap dihadiri oleh banyak keluarga dan kerabat pun kini sunyi senyap.

Menyesuaikan dengan situasi saat ini, rumah duka kini mengurangi jumlah kehadiran acara duka cita sebelum pemakaman. Keluarga juga diminta untuk mempertimbangkan pemakaman yang lebih kecil atau bahkan menunggu sampai situasi lebih kondusif untuk acara peringatan yang lebih besar. Layanan keagamaan sebagai rangkaian dalam prosesi pemakaman pun berubah untuk memungkinkan physical distancing.

Misalnya, seperti dilansir USA Today, Keuskupan Episkopal di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan tidak mengadakan upacara pemakaman. Hal itu diberlakukan sampai dengan waktu pemberlakuan physical distancing berakhir. Seorang uskup di sana menyebut bahwa pendeta dapat memimpin upacara di pemakaman, namun mereka harus memastikan jumlah hadirin yang terbatas.

Begitu pun dengan umat muslim yang tak dapat melangsungkan doa pemakaman di dalam masjid karena masjid di wilayah tersebut ditutup. Sebaliknya, doa dapat dilakukan di rumah duka atau pemakaman dengan hanya dihadiri oleh beberapa anggota keluarga. Di Italia yang menjadi negara paling terpukul akibatwabah ini, pemakaman hanya disaksikan oleh satu atau dua orang kerabat, serta hanya berlangsung selama lima menit.

Semua prosesi pemakaman yang hanya dihadiri segelintir kerabat atau keluarga itu dilakukan tanpa pelukan ataupun jabat tangan. Hal ini mendorong siaran langsung atau livestreaming pemakaman banyak digunakan di tengah situasi saat ini guna menegakkan physical distancing. Dalam banyak kasus, anggota keluarga menggunakan akun media sosialnya untuk menyiarkan prosesi pemakaman ke kerabat atau saudaranya. 

Mengutip majalah Mother Jones, terlepas dari pemakaman pasien akibat virus korona, menghadiri upacara pemakaman beramai-ramai dapat menjadi medium penularan karena kemungkinan kontak yang dilakukan oleh para pelayat.(M-4)

BERITA TERKAIT