24 March 2020, 12:31 WIB

PDAM Tirta Tarum Kebanjiran Pesanan Bilik Disinfektan


Cikwan Suwandi | Nusantara

PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang, Jawa Barat kebanjiran pekerjaan pembuatan bilik disinfektan untuk sejumlah sudut tempat umum.

"Saat ini sudah yang memesan 30 titik dari instansi. Namun pembuatan ini kami tidak komersilkan, mereka hanya mengganti ongkos pembuatan saja," ungkap Direktur PDAM Tirta Tarum, Muhammad Sholeh kepada Media Indonesia, Selasa (24/3). 

Sholeh mengatakan setelah pembuatan disinfektan, PDAM berupaya mencegah penyebaran pandemi korona atau covid-19 di lingkungan kantornya. 

"Tetapi setelah melihat video kita, banyak juga yang minta dibuatkan. Namun kami tidak ingin di tengah bencana ini alat in menjadi komersil seperti yang lain," terangnya.

Ia menyebutkan pembuatan bilik disinfektan hanya menggunakan alat-alat sederhana. PDAM hanya memanfaatkan pipa-pipa bekas, bak penampungan dan plasti sebagai penutup bilik.

"Buatnya juga cukup mudah, cukup 4 jam," terangnya.

Tak hanya membuat bilik disinfektan murah, PDAM Tirta Tarum juga membuat cairan hand sanitizer dan disinfektan yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat selama penanganan dan pencegahan korona.

"Masyarakat hanya tinggal bawa botol kosong," ungkapnya.

Sholeh mengaku selama masa darurat pandemi korona, pihaknya telah membagikan 300 liter hand sanitizer untuk karyawan, pelanggan dan masyarakat. 

baca juga: Tekan Korona, Gubernur dan Forkominda Patroli Malam

"Tetapi saat ini kita mengeluhkan bahan dasar pembuatan sanitizer ini agak langka dan mahal. Jadi kami minta untuk para penjual untuk tidak mengambil kesempatan untuk komersil," ungkapnya.

Lanjut Sholeh, jika cairan disinfektan yang dibagikan 1,5 liter per warga itu. Pihaknya masih menemukan bahan dasar yang melimpah. 

"Karena stok kaporit kita banyak," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT