24 March 2020, 11:36 WIB

Tolak Terapkan Lockdown, Ini Alasan Jokowi


Nur Azizah | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo membeberkan alasan tidak menerapkan menutup wilayah (lockdown) untuk mencegah virus korona (Covid-19). Langkah itu dipakai beberapa negara, seperti Italia, Spanyol, hingga Inggris.

"Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter, budaya, kedisplinan, yang berbeda-beda. Oleh itu kita tidak memilih jalan itu," tegas Jokowi dalam pengarahan kepada para gubernur dalam menghadapi pandemik Covid-19 melalui video conference, Selasa (24/3).

Kepala Negara sudah menganalisa setiap kebijakan negara lain dalam memerangi korona. Dia kemudian menilai kebijakan jaga jarak yang paling tepat bagi Indonesia.

Namun, dia menyebut upaya jaga jarak membutuhkan kedisplinan dan ketegasan. Bila tidak, korona tetap menghantui warga.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Pangkas Anggaran tidak Prioritas

Dia meminta warga taat menjalankan isolasi mandiri. Pasalnya, dia membaca berita ada seorang warga yang tetap membantu hajatan tetangga walau sedang diisolasi.

"Ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 di seluruh Indonesia per Senin (23/3) mencapai 579 pasien. Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu menyebabkan 49 kematian di Tanah Air. Sebanyak 30 orang berhasil sembuh.

Pasien positif korona terbanyak berada di Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 356 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 218 pasien masih dirawat, sedangkan 85 lainnya isolasi mandiri. Pasien sembuh mencapai 22 orang dan meninggal 31 orang. (OL-1)

BERITA TERKAIT