24 March 2020, 11:16 WIB

Sahroni Donasikan Gajinya untuk Lawan Covid-19


Aries Wijaksena | Politik dan Hukum

AHMAD Sahroni, politisi Partai Nasdem, akan mendonasikan gaji yang diperolehnya selaku Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI sebagai bentuk kepedulian atas persoalan pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia. Gaji tersebut akan langsung mengalir setiap bulannya ke rekening pengepul untuk kemudian digunakan sebagai salah satu sumber biaya penanganan Covid 19.

Ahmad Sahroni mengatakan langkah tersebut ia lakukan semata-mata karena menyaksikan masih banyak kekurangan yang harus dipenuhi selama ia melakukan road show penyaluran bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke berbagai rumah sakit di Jakarta di beberapa hari lalu.

Ahmad Sahroni telah menyalurkan ribuan APD ke sejumlah rumah sakit di Jakarta, diantaranya RSUD Tanjung Priok, RSUD Koja, RSUD Cengkareng, RSUD Cilincing, dan RSPI Sulianti Saroso.

“Apa yang saya lihat dan rasakan langsung selama menyalurkan bantuan ke berbagai rumah sakit inilah yang kemudian mendorong saya untuk mengambil keputusan mendonasikan gaji bagi penanganan Covid 19,” kata Sahroni, Selasa (24/3).

Sahroni mengaku apa yang ia sumbangkan hanyalah kontribusi kecil dibanding pengorbanan yang diberikan oleh petugas medis yang disebutnya sebagai pahlawan kesehatan dalam menangani pasien-pasien Covid 19. Oleh karenanya ia pun berharap setiap individu mau mengulurkan tangan memberi bantuan agar bersama menghalau Covid 19 dari bumi pertiwi Indonesia.

“Saya sudah bernazar untuk mendonasikan gaji saya untuk empat bulan ke depan bagi penanganan Covid 19,” kata Sahroni.

“Tentu saya tidak berharap negeri ini tetap dihantui oleh Corona selama empat bulan ke depan. Bahkan saya dan kita pasti berdoa agar Corona secepatnya musnah. Namun nazar itu tidak akan berubah,” tutur Sahroni.

Pada kesempatan yang sama politisi kelahiran Tanjung Priok Jakarta Utara ini pun menyampaikan pandangannya terkait rapid test covid 19 yang akan dilakukan pemerintah. 

Baginya, rapid test lebih tepat jika mendahulukan petugas medis di rumah sakit mengingat posisi mereka sebagai gugus terdepan dalam memerangi Covid 19. 

“Argumennya sederhana. Kalau petugas medisnya terpapar virus, bagaimana nasib pasiennya? Oleh karena itu rapid test harus lebih dahulu memastikan tenaga medis negatif dari paparan Covid 19,” jelasnya.

Adapun perihal rapid test terhadap Anggota DPR yang marak terpublikasi di media, menurut Sahroni sesungguhnya hal tersebut bisa dilakukan sendiri oleh masing-masing Anggota DPR.

“Kita lebih fokus pada tenaga medis karena merekalah garda terdepan dalam penanganan Covid 19,” tutup Sahroni. (A-2) 

BERITA TERKAIT