24 March 2020, 09:27 WIB

The Fed Luncurkan Langkah Agresif, Dolar AS Melemah


mediaindonesia.com | Internasional

NILAI tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah terhadap sejumlah mata uang pada akhir perdagangan Senin waktu setempat. Padahal, bank sentral AS (The Fed) telah meluncurkan kebijakan agresif untuk mendukung pasar di tengah pandemi virus korona (Covid-19).

Bank sentral AS mengumumkan rencana pembelian surat berharga guna membantu kinerja pasar agar lebih efisien di tengah krisis Covid-19.

"Pandemi virus korona menyebabkan kesulitan besar di seluruh AS dan seluruh dunia," bunyi pernyataan The Fed pada Senin (23/3) pagi waktu setempat.

"Upaya agresif harus diambil lintas sektor publik dan swasta, untuk membatasi dampak kerugian pada lapangan kerja dan pendapatan. Serta, mendorong pemulihan ekonomi dengan cepat, pascagangguan mereda,” lanjut The Fed.

Baca juga: Trump: Amerika Serikat Darurat Nasional Virus Korona

Dalam serangkaian kebijakan, Fed menyetujui langkah historis dengan pertama kali mendukung pembelian obligasi korporasi. Kemudian, mengarahkan pinjaman kepada perusahaan,  serta memperluas kepemilikan aset untuk menstabilkan pasar keuangan. Dalam waktu dekat, The Fed akan meluncurkan sebuah program penyaluran kredit untuk usaha kecil dan menengah.

Meski The Fed telah meluncurkan kebijakan stimulus, namun pergerakan dolar AS sempat melemah. Secara bertahap, nilai tukar dolar AS mulai naik lantaran investor mempertimbangkan stimulus yang digulirkan pemerintah.

"Satu hal yang perlu kita lihat adalah lebih banyak amunisi fiskal yang muncul," kata Mazen Issa, ahli strategi mata uang di TD Securities, yang berbasis di New York.

Pada akhir perdagangan, nilai tukar euro naik menjadi 1,0733 per dolar AS. Selanjutnya, poundsterling turun menjadi 1,1528  per dolar AS. Adapun dolar Australia jatuh ke 0,5792 per dolar AS.(OL-11)

BERITA TERKAIT