24 March 2020, 07:11 WIB

Buruh Tuntut Harga Listrik dan BBM Diturunkan


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BURUH menuntut pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz di Jakarta, Selasa (24/3).

Menurut Riden, tuntutan agar pemerintah menurunkan harga BBM sangat realistis. Mengingat, saat ini, harga minyak dunia telah turun cukup drastis.

Sebagai catatan, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Mei 2020 di New York Mercantile Exchange pada Senin (23/3) pukul 18.45 WIB berada di level US$22,14 per barel atau turun 63,74% (ytd).

Baca juga: Kartu Prakerja Bisa Digunakan Tambah Keahlian di Tengah Pandemi

"Dengan turunnya harga BBM, kita harapkan daya beli masyarakat akan terjaga. Apalagi saat ini kita sedang menghadapi masa sulit, terkait dengan pandemi korona," kata Riden dilansir dari keterangan resmi.

Lebih lanjut, Riden mengungkapkan turunnya harga BBM juga akan berpengaruh pada kebutuhan bahan pokok. Hal itu karena akan mengurangi atau memangkas biaya distribusi.

Selain BBM, Riden juga meminta agar tarif dasar listrik diturunkan. Alasannya, pemerintah sudah menurunkan harga gas industri dari US$8 ke US$6 per mmbtu.

"Turunnya harga gas bumi otomatis memangkas biaya pokok produksi PLN. Maka wajar jika tarif dasar listrik diturunkan," lanjutnya.

Selain faktor turunnya harga gas, kata Riden, turunnya tarif dasar listrik akan sangat membantu masyarakat yang saat ini disarankan tetap berdiam diri di rumah.

"Pemerintah harus fair. Ketika harga minyak dunia dan gas naik, BBM dan TDL dinaikkan. Ketika turun (maksudnya harga minyak dunia dan gas bumi), maka harga BBM dan TDL harus segera diturunkan," tegas pria yang juga menduduki posisi di Majelis Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu. (OL-1)

BERITA TERKAIT