24 March 2020, 06:32 WIB

Afrika Selatan Putuskan Lockdown Mulai Kamis


Antara | Internasional

PRESIDEN Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Senin (23/3), mengumumkan akan menerapkan karantina wilayah (lockdown) secara nasional selama 21 hari demi membatasi penyebaran virus korona.

“Mulai Kamis (26/3) tengah malam hingga Kamis (16/4) tengah malam, seluruh masyarakat Afrika Selatan harus tetap berada di dalam rumah,” ujar Ramaphosa.

Sejauh ini, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Afrika Selatan meningkat tajam dari sebanyak kasus 128 menjadi 402 kasus.

“Benar langkah ini akan berdampak besar pada kehidupan warga serta keberlangsungan sosial dan ekonomi. Namun, nyawa yang harus dibayarkan jika kita menunda hal ini akan sangat jauh lebih besar,” kata Ramaphosa.

Baca juga: Akan Di-lockdown, Warga Selandia Baru Panic Buying

Dalam kebijakan karantina wilayah itu, warga masih diperbolehkan keluar mencari pelayanan kesehatan, membeli makanan, atau mengambil jaminan sosial.

Sementara pekerja medis, anggota layanan darurat, dan petugas keamanan menjadi pengecualian, artinya mereka masih dapat menjalankan kegiatan di luar rumah seperti biasa.

Para penambang diharuskan membuat persiapan untuk perawatan tambang, yang berarti operasional dihentikan sementara namun lokasi tambang tetap harus dijaga agar bisa berfungsi.

Semua toko dan kantor akan tutup, kecuali apotek, laboratorium, bank, Bursa Efek Johannesburg, toko swalayan, SPBU, dan layanan kesehatan.

Rencananya, tentara juga akan diterjunkan untuk membantu kepolisian.

Untuk penerbangan internasional, pelancong dari negara-negara berisiko tinggi Covid-19, seperti Tiongkok, Jerman, Inggris, dan AS, yang tiba setelah 9 Maret harus berdiam di hotel selama 14 hari untuk menjalankan swakarantina.

Ramaphosa juga mengumumkan bantuan ekonomi fase pertama akan dikucurkan sebesar US$170 juta (setara Rp2,9 triliun) untuk sektor industri. (OL-1)

BERITA TERKAIT