24 March 2020, 00:04 WIB

Pembatasan Layanan Lancar, Penumpang MRT Terus Berkurang


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SETELAH ditetapkannya status DKI Jakarta menjadi Tanggap Darurat Bencana Covid-19 serta arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dalam rangka antisipasi penyebaran pandemi Covid-19, perubahan signifikan terjadi pada MRT Jakarta.

Imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dirasa semakin efektif, terlihat dari situasi stasiun dan kereta di mana tampak penumpang dalam jumlah yang sangat sedikit dengan penerapan jarak social (social distancing).

"Pemberlakuan perubahan jam operasional MRT Jakarta dari pukul 06.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB berjalan lancar tanpa menimbulkan antrian atau penumpukan penumpang," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin dalam keterangan resminya, Senin (23/3).

Tercatat rata-rata jumlah penumpang MRT Jakarta dari tanggal 16-20 Maret 2020 pekan lalu adalah sebanyak 22.448 penumpang.

Baca juga : YLKI: Kepadatan Penumpang KRL karena Belum Semua Karyawan WFH

Hal ini mengindikasikan terjadi penurunan signifikan di mana pada kondisi normal rata-rata penumpang di hari kerja dapat mencapai 90-100 ribu penumpang.

Begitupula pada akhir pekan, jumlah penumpang sudah sangat rendah dengan rata-rata selama dua hari (Sabtu dan Minggu) sebanyak 5.000 penumpang perhari.

"Meskipun adanya penurunan yang signifikan pada jumlah penumpang, PT MRT Jakarta tetap memastikan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan MRT Jakarta diterapkan dengan baik," tukasnya.

Pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang, pembersihan rutin aset dan fasilitas, penyediaan cairan pencuci tangan (hand sanitizer) serta fasilitas tempat cuci tangan, dan imbauan untuk memberlakukan jarak sosial atau social distancing tetap dilakukan secara ketat. (OL-7)

BERITA TERKAIT