24 March 2020, 03:35 WIB

Terlalu Lama Depan Layar Bikin Kulit Lekas Kisut


Fetry Wuryasti | Weekend

Bekerja, dan belajar dari rumah menuntut banyak orang untuk standby lebih sering dengan layar komputer maupun smartphone untuk tetap berkomunikasi dengan kantor. Namun paparan cahaya biru menghasilkan radikal bebas, yang memainkan peran penting dalam penuaan kulit. Peneliti pun masih mengulik lebih dalam mengenai hal ini.

Dr Richa Nagpal, Konsultan, Dermatologi, Rumah Sakit Fortis, India menjelaskan semua layar digital memancarkan cahaya berenergi tinggi yang disebut juga 'Cahaya Biru'.

Cahaya ini terletak pada spektrum cahaya tampak dan memiliki panjang gelombang pendek (450-490 nm) dan jumlah energi yang lebih tinggi.

Sinar matahari adalah sumber utama cahaya biru di luar ruangan. Sedangkan LED, lampu neon dan layar digital ( TV, telepon pintar, komputer, laptop, tablet, dan game) menghasilkan cahaya biru dalam ruangan.

"Paparan cahaya biru menghasilkan radikal bebas, yang memainkan peran penting dalam penuaan kulit. Karena memiliki energi tinggi, ia dapat menembus jauh ke dalam kolagen dan elastin yang menyebabkan kerusakan kulit lebih lanjut," kata Nagpal.

Selain mempercepat produksi radikal bebas, proses regenerasi kulit juga terganggu. Secara teoritis, terjadi peningkatan risiko gangguan pigmen seperti hiperpigmentasi dengan penggunaan berlebihan pada smartphone dan perangkat elektronik.

Banyak penelitian sedang dilakukan mengenai efek cahaya biru pada kulit. "Sampai sekarang kemungkinan bahwa cahaya biru menyebabkan penuaan dini pada kulit dan perannya dalam hiperpigmentasi tetap spekulatif," kata Nagpal.

Namun, mengingat kemungkinan masalah kesehatan yang terkait dengan cahaya biru, waktu layar harus diminimalkan. Sebaiknya matikan semua perangkat digital beberapa jam sebelum tidur.

Eksposur lebih lanjut dapat dengan mengurangi tingkat cahaya biru pada layar atau menggunakan layar khusus yang menyaring cahaya biru. (News18. Com/M-2 )

BERITA TERKAIT