23 March 2020, 21:30 WIB

YLKI: Kepadatan Penumpang KRL karena Belum Semua Karyawan WFH


Tri Subarkah | Megapolitan

KEPALA Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sularsi mengatakan bahwa kepadatan penumpang Kereta Commuter Line yang terjadi Senin (23/3) pagi tidak terlepas dari belum diterapkannya work from home (kerja dari rumah) oleh semua perusahaan.

Padahal menurut Lastri, atensi dari perusahaan untuk mempekerjakan karyawannya dari rumah tersebut berguna untuk meminimalisasi penyebaran virus korona baru (covid-19).

"Sebenarnya tujuannya kan untuk meminimalkan penyebaran covid dengan social distancing," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Senin (23/3).

Sementara ia menyadari bahwa tidak semua pekerjaan dapat digarap dari rumah, namun ada alternatif yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Misalnya dengan sistem shift.

"Contohnya bisa shift, tidak pagi semua. Untuk pabrik kan tetap harus produktif, apalagi padatkarya. Ini kan kita juga punya tanggung jawab moral, bahwa kerugian ini bukan hanya kerugian materi, tapi kerugian nyawa, keselamatan," ujarnya.

Ia berpendapat bahwa pemangkasan jam operasional transportasi massal sebenarnya bertujuan baik. Namun, ia menilai ada setiap perusahaan tidak satu suara menanggapi hal tersebut.

 

"Satu yang melakukan kepatuhan, yang lain tidak, akhirnya yamg terjadi, yang di lapangan yang menerima akibatnya. Kalau misalnya karyawan, 'Saya tidak masuk, gaji saya akan dipotong,' itu dilema sekali kalau nggak masuk. Hal-hal seperto ini menjadi pilihan yang sulit bagi karyawan," tandas Lastri. (Tri)

BERITA TERKAIT