23 March 2020, 19:39 WIB

Forkopimda dan Kepala daerah di Babel Kompak Cegah Covid-19


mediaindonesia.com | Nusantara

GUBERNUR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan mengatakan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama kepala daerah se-Babel harus kompak dalam penanganan pencegahan virus korona.

Hal itu disampaikanya dalam video conference (vicon) dengan para bupati dan wali kota Forkopimda di Ruang Tribrata Polda Kepulauan Bangka Belitung, Senin (23/3).‎

‎Erzaldi mengatakan vicon ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, menyamakan kesepahaman dengan kabupaten atau kota agar apa yang dilaksanakan ini benar-benar masif dan kompak secara bersama-sama. 

"Kita patut bersyukur sampai saat ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak ada yang positif, namun demikian kita harus terus waspada dan berupaya mencegahnya, makanya kekompakan ini harus terus dijaga," kata erzaldi.

Menurut Erzaldi, ada beberapa arahan dalam instruksi tersebut antara lain, agar kabupaten dan kota menjalankan instruksi presiden berkenaan dengan rekofusing kegiatan dengan realokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Dalam realokasi anggaran tersebut harus berkonsolidasi dan mendapat pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kepolisian, dan Kejaksaan. Perubahan anggaran tersebut diharapkan dapat menguatkan satu sama lain.

"Tentunya Instruksi Presiden menjadi dasar kita semua. Kami berharap kabupaten kota dapat melaksanakan ini segera. Untuk di Pemprov. Bangka Belitung, kami sudah melaksakanan hal tersebut bersama DPRD dan berkonsolidasi dengan BPKP, Kepolisian, dan Kajati sehingga menjadi aman," ujarnya.

Instruksi lain lanjutnya adalah tentang penanganan fasilitas umum. Pihaknya menginstruksikan untuk meniadakan atau mengurangi seluruh kegiatan bersifat keramaian. Kegiatan keagamaan ataupun event apapun itu yang bersifat keramaian untuk ditiadakan. 

Bahkan diakuinya. Pemprov Babel akan meniadakan kegiatan Safari Ramadhan dan Open House Lebaran untuk tahun ini. Tanpa mengurangi iman dan takwa kepada Allah Swt.

"Kegiatan akan digantikan secara online dengan menghadirkan beberapa pemuka agama. Kegiatan lain seperti ritual Ceng Beng agar dilaksanakan secara pribadi di rumah masing-masing."ujarnya.

"Kebijakan ini kita ambil semata mata untuk menyelamatkan umat manusia. Kita ambil sedikit kebebasan masyarakat kita. Kita jelaskan bersama-sama agar yang tidak mengerti tentang bahaya Covid-19 ini jadi mengerti," terangnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT