23 March 2020, 19:31 WIB

Aprindo Keluhkan Kelangkaan Gula dan Sebut ada Penimbun


Despian Nurhidayat | Ekonomi

ASOSIASI Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengeluhkan sulitnya mendapatkan gula untuk dijual di toko ritel di tengah situasi perekonomian nasional saat ini yang sedang menghadapi wabah virus korona (Covid-19) dan menjelang bulan ramadan serta Lebaran 2020.

Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir, ritel mengalami kelangkaan gula. Bahkan anggota yang tergabung dalam Aprindo kesulitan untuk mencari gula selain menunggu impor yang masih dalam perjalanan.

"Mencari gula sekarang langka di anggota kami. Padahal gula dalam perjalanan impor," ungkap Roy dalam video conference, Senin (23/3).

Selain itu, dia juga menemukan adanya pabrik gula dalam negeri tepatnya di wilayah Lampung yang saat ini masih memiliki stok, tapi ditahan pendistribusiannya. Bukan hanya itu saja, harga gula di Lampung juga jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca juga : 160 Ton Gula Pasir Ditimbun dalam Gudang di Tasikmalaya

"Ada pabrik gula yang menahan, yang bersifat kartel, dan mereka seperti di Lampung ada empat perusahaan gula, tetapi di Lampung sendiri harga gula diatas HET, apalagi tentunya ketika harus dibawa ke Jakarta atau luar Jawa," pungkasnya.

Dengan situasi tersebut, Roy menyebut pihaknya saat ini menghadapi keadaan yang sulit, karena di satu sisi ritel harus menyediakan kebutuhan masyarakat, namun beberapa barang terjadi kelangkaan.

"Karena, satu sisi kita hadir apalagi saat bencana adalah makanan dan minuman untuk mereka bisa memenuhi kebutuhan konsumsi pangannya," ujar Roy. (OL-7)

BERITA TERKAIT