23 March 2020, 18:11 WIB

Jepang Ngotot Start Olimpiade Sesuai Rencana


Rahmatul Fajri | Olahraga

CEO Tokyo 2020 Toshiro Muto mengatakan start pawai obor Olimpiade 2020 akan tetap berjalan sesuai rencana, meski penyelenggaraannya dihantui pandemi global virus korona baru atau covid-19.

Direncanakan pawai obor itu akan dimulai dari Prefektur Fukushima pada Kamis (26/3).

"Obor estafet akan dimulai pada 26 Maret di Fukushima, rencananya tidak berubah," kata Muto, dilansir dari AFP, Senin (23/2).

Namun, Muto memberi catatan pada start pawai yang dimulai dari kompleks olahraga J-Village di Fukushima itu.

Ia mengatakan akan mengantisipasi kerumunan warga untuk melihat pawai tersebut. Ia berkaca pada pengalaman saat 50 ribu warga berdesakan ingin melihat api Olimpiade seperti yang terjadi di Stasiun Sendai, Miyagi pada Sabtu (21/3) lalu.

Sebelumnya, untuk mencegah penyebaran virus korona otoritas Jepang telah melarang adanya keramaian saat penyambutan. Namun, hal itu ternyata tak terjadi di Sendai.

"Ini menjadi bukti adanya minat dari warga. Di satu sisi kami senang. Tapi, kami harus memprioritaskan pencegahan," kata Muto.

Sementara itu, Presiden Tokyo 2020 Yoshiro Mori mengatakan masih ada tiga hari jelang start pawai obor Olimpiade. Ia mengatakan telah berkonsultasi dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach.

"Bach mengatakan dia mempersilakan kami menangani ini," kata Mori.

Lebih lanjut, Mori mengatakan Perdana Menteri Shinzo Abe belum memastikan akan datang saat pembukaan pawai obor Olimpiade itu. Ia mengatakan keputusan ada di tangan Abe.

Ketika pembukaan pawai obor Olimpiade itu direncanakan berjalan sesuai jadwal, salah satu atlet Jepang menarik diri dari event tersebut. Pesepak bola wanita Jepang, Nahomi Kawasumi menarik diri dari pawai obor karena khawatir dengan penyebaran virus corona. (AFP/OL-8)

BERITA TERKAIT