23 March 2020, 17:30 WIB

Pemkab Sukoharjo Nyatakan KLB Covid-19


Widjajadi | Nusantara

BUPATI Sukoharjo Wardoyo Wijaya  memaklumatkan Kejadian Luar Biasa ( KLB ) Korona atau Covid 19 di wilayahnya, setelah mencermati situasi wabah yang terus berkembang, hingga ada tujuh warga berada dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) korona dan 45 warga lainnya ODP (orang dalam pemantauan).

" Dengan perkembangan jumlah kasus yang ada, maka mulai Senin,23 Maret, kabupaten Sukoharjo saya nyatakan status Kejadian Luar Biasa (KLB) korona," kata Wardoyo usai rakor korona di kantor kabupaten, Senin (23/3).

Dengan status KLB, maka Dinsd Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk intensifka penyelidikan epidemiologi terhadap semua PDP dan terkonfirmasi positif, dalam upaya pengendalian, pencegahan dan penyebaran.

Diinstruksikan kepada seluruh komponen kesehatan, Puskesmas dan rumah sakit untuk bekerja total melakukan perawatan OPD dan PDP sesuai standar yang sudah ditetapkan.

" Pemkab Sukoharjo memberikan jaminan gratis perawatan bagi ODP dan PDP di seluruh tingkatan rumah sakit, baik untuk warga Sukoharjo maupun luar daerah," imbuh dia.

Bahkan bupati juga meminta seluruh Rukun Tetangga (RT) maupun RW ( rukun warga ) untuk membentuk Gugus Tugas Pengawasan Covid 19, dan meminta warga membantu logistik bagi tetangganya yang berada dalam status ODP dan perlu mengisolasi diri di rumah.

Lebih dari itu, seluruh instansi, dan lingkungan seperti masjid dan jiga gereja dilakukan disinfektan. " Semua demi untuk upaya pencegahan penyebaran dan sekaligus pengendalian, agar Covid 19 tidak melebar lebih luas," katanya.

Saat ini dari 12 kecamatan di wilayah kabupaten Sukoharjo yang masih terbebas dari ODP hanya tinggal Bendosari.Sementara lima kecamatan yang menyembulkan warga PDP ada lima yakni Baki,Grogol,Nguter,Polokarto dan Nguter. (OL-13)
 

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Naik, Arsenal Batalkan Jadwal Latihan 

BERITA TERKAIT