23 March 2020, 15:30 WIB

PDP Korona di Medan yang Meninggal Menjadi Dua Orang


Yoseph Pencawan | Nusantara

Plt WALI Kota Medan Akhyar Nasution menyatakan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona yang meninggal di daerahnya bertambah satu orang, sehingga hingga kini sudah ada dua warga Medan meninggal akibat wabah ini.

Akhyar Nasution mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi yang valid mengenai meninggalnya seorang warga yang diduga terinfeksi virus korona. Namun dia belum dapat memastikan status warga tersebut, apakah sudah
positif terinfeksi, masih Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Kita dapat informasi ada satu yang meninggal di Medan atas nama AG," ujarnya, Senin (23/3).

Menurut dia, pasien meninggal tersebut akan dikebumikan pada hari ini juga dan Pemkot Medan akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di daerah rumah korban.

Terpisah, Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin dalam keterangan resminya mengungkapkan, pasien meninggal tersebut adalah warga daerah Kuala Bekala, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan Kapolda mengimbau warga sekitar tempat tinggal korban untuk tidak melayat dan ikut menguburkan, termasuk pihak keluarga.

"Kita percayakan kepada tim medis yang mengurus segala sesuatunya karena mereka pasti lebih mengerti," ujarnya.

Secara prosedur, jenazah yang diduga terinfeksi virus korona tidak dibolehkan ada yang mengantar dan tidak boleh ada yang memegang jenazah. Dalam waktu empat jam jenazah juga sudah harus dimakamkan.

Tidak akan ada lagi pemeriksaan jenazah apabila mayat sudah didiagnosis mengidap Covid-19. Jenazah sesegera mungkin harus dimasukan ke dalam kantong mayat dan tidak dibuka kembali. Jenazah harus ditutup rapat - rapat
dan segera di makamkan.

Bahkan Kendaraan juga harus dibersihkan secara higienis setelah pengangkatan jenazah. Semua sarung tangan dan peralatan sekali pakai pun harus dibuang dengan aman.

"Baik keluarga dan masyarakat kami imbau agar dapat mengerti dengan situasi ini karena ini dapat membahayakan kita semua," ujar Kapolda. (OL-13)

Baca Juga: Dispensasi Perpanjangan SIM Hanya Sampai Akhir Bulan
Baca Juga: TNI-Polri akan Dikerahkan untuk Tegakan Social Distancing

BERITA TERKAIT