23 March 2020, 16:07 WIB

Efek Covid-19, Persita Revisi Gaji Pemain


Rahmatul fajri | Sepak Bola

MANAJER Persita Tangerang I Nyoman Suryanthara mengaku tengah mengkaji untuk merevisi klausul dalam kontrak para pemain. Salah satu yang dikaji adalah penyesuaian gaji pemain jika Liga 1 dihentikan, imbas semakin parahnya virus korona baru atau covid-19 di Indonesia.

Sebelumnya, PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi Liga 1 dan 2 hingga waktu yang tidak ditentukan. Keputusan berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo terkait penyebaran korona atau Covid-19.

Suryanthara mengatakan pihak manajemen akan membayar gaji pemain pada bulan Maret, karena adanya pertandingan. Namun, imbas penghentian kompetisi sampai waktu yang belum ditentukan membuatnya perlu melakukan penyesuaian dalam kontrak pemain.

"Gaji pemain terus berjalan. Bulan Maret tentu kita bayar, tapi dalam April sejauh ini tidak ada kompetisi, harus berat hati ada adjustment. Semacam revisi kontrak, tapi itu jika situasi terus memburuk, ya," kata Suryanthara, ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (23/3).

Ia mengatakan ketika kompetisi tidak berjalan otomatis pihaknya tidak mendapatkan pemasukan, salah satunya dari tiket pertandingan.

Selain itu, pemasukan klub yang diharapkan dari para sponsor juga mandek karena tidak adanya pertandingan. Ia mengaku pihak klub perlu melakukan adjustment kontrak pemain untuk meringankan beban klub.

"Kita juga tidak ada pemasukan. Ini resikonya yang bisa ditangani. Makanya nanti keputusan seperti apa, tentu opsi merevisi kontrak untuk meringankan beban klub," kata Suryanthara.

Suryanthara mengaku dirugikan secara finansial imbas berhentinya kompetisi kasta teratas di Indonesia itu. Namun, ia enggan membeberkan berapa nilai kerugian yang dialami Pendekar Cisadane, julukan Persita.

"Nilai (kerugian) itu saya gak bicara kita kira-kira berapa. Intinya ada kerugian materil. Kita juga belum menghitung secara eksplisit," kata Suryanthara.

Ia berharap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mampu memberi kepastian mengenai status Liga 1. Ia mengatakan pihak klub menunggu keputusan tersebut untuk memetakan langkah manajemen ke depannya.

"Semua klub ingin kejelasan ditunda sampai kapan atau dihentikan di tengah jalan. Melihat pemerintah yang menetapkan darurat korona sampai 29 Mei, ya secara logika tidak bisa mulai sebelum tanggal itu. Kita butuh kepastian," kata Suryanthara. (OL-8)

BERITA TERKAIT