23 March 2020, 14:07 WIB

Anies Minta Polda dan TNI Tindak Tegas Kerumunan Keramaian


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Nana Sujana serta Pangdam Jaya Eko Margiyoni di Balai Kota DKI Jakarta siang ini.

Usai pertemuan itu, Anies menyebut pada awak media bahwa ia telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya serta Kodam Jaya untuk membantu menertibkan kondisi Jakarta di tengah wabah virs korona atau Covid-19.

Koordinasi ini harus dilakukan mengingat wabah korona masih terus berkembang saat ini sehingga diperlukan upaya-upaya lebih tegas untuk mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah.

"Karena kita menyadari situasi yang sedang dihadapi saat ini bukan jangka pendek, satu dua hari saja tapi ke depan. Beliau baru selesai pemantauan wisma atlet dan sekarang kita menyusun skenario bagaimana mengelola mereka-mereka yang masuk pasien dalam pengawasan untuk bisa dirawat lebih baik," ujar Anies di Balai Kota, Senin (23/3).

Baca juga: Kecam Pembatasan KRL, PDIP: Jangan Main-main Bikin Kebijakan

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut baik dari kepolisian, TNI dan jajaran Pemprov DKI meminta seluruh masyarakat untuk menjauhi kegiatan pengumpulan orang.

Jika tidak, maka komponen TNI maupun Polda Metro siap untuk menegur dan membubarkan.

"Kami akan menindak tegas. Jadi akan dibubarkan, mereka yang memaksa dimintai keterangan dan dikenai sanksi. Karena ini resikonya terlalu besar jadi semua kegiatan pengumpulan massa harus dihentikan," ungkapnya.

Menurutnya saat ini kegiatan pengumpulan orang dalam jumlah banyak sudah dilarang.

"Intinya adalah akan ada penegakan dengan lebih ketat dan potensi Tindakan hukum oleh kepolisian. Intinya pengumpulan orang secara berdekatan dan jumlah besar itu dilarang," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Metro Jaya Nana Sujana mengatakan akan menyelidiki setiap kegiatan keramaian yang ditemukan. Jika ditemukan unsur pidana, ia tidak segan menyeret warga ke meja hijau.

"Kita mintai keterangan sesuai dengan kapasitas, bisa dalam bentuk teguran, kalau arahnya pidana kita angkat di situ," tukas Nana.(OL-4)

BERITA TERKAIT