23 March 2020, 12:15 WIB

Pengamat: Jam Kantor Harus Disesuaikan dengan Jadwal Transportasi


Tri Subarkah | Megapolitan

Penerapan jarak sosial (social distancing) antarpenumpang di transportasi massal merupakan suatu keniscayaan guna meminimalkan penyebaran virus korona baru (covid-19). Untuk menyukseskan hal tersebut, selain penambahan jumlah armada, perusahaan yang masih belum menerapkan kebijakan work from home juga perlu mengatur ulang jam kerja.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga. Menurutnya, kebijakan transportasi massal dengan jam kerja karyawan saling terkait. Oleh sebab itu, perusahaan harus luwes mengikuti dinamika kondisi yang ada.

"Misal jam masuk dan pulangnya harus mengikuti jadwal operasional kendaraan umum. Kan hanya dibatasi jam 06.00-20.00. Berarti jam kerjanya juga harus dipersingkat. Mulai dari jam 09.00 umpamanya, sampai jam 15.00 atau jam 17.00 maksimal, sehingga saling mendukung," terang Nirwono kepada Media Indonesia, Senin (23/3).

Baca juga: Pagi Ini Penumpang Membludak, Jadwal KRL akan Dinormalkan Kembali

Nirwono bisa memahami bahwa tidak semua perusahaan dapat menerapkan kebijakan work from home, ia mendorong adanya insentif fiskal dari pemerintah. Selama ini, lanjutnya, inisiatif tersebut belum muncul, sehingga masih ada kantor yang tetap buka.

Sebelumnya dalam Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020, Anies Baswedan mengimbau kepada seluruh perusahaan di Jakarta untuk menghentikan seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu. Apabila tidak dapat memenuhinya, diminta untuk mengurangi kegiatan tersebut sampai batas minimal seperti jumlah karyawan, waktu kegiatan, dan fasilitas operasional. (OL-14)

BERITA TERKAIT