23 March 2020, 11:38 WIB

Pagi Ini Penumpang Membludak, Jadwal KRL akan Dinormalkan Kembali


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah melakukan evaluasi atas penyesuaian jadwal operasional KRL Commuter Line yang berlangsung pagi ini, Senin (23/3).

Ditemukan kepadatan penumpang yang luar biasa pada berbagai relasi akibat pembatasan operasional yang diterapkan pagi ini.

"Dari hasil evaluasi, jadwal KRL akan kembali normal mulai sore ini pukul 15.00 dan berlanjut normal hingga seterusnya," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangan resminya, Senin (23/3).

Dengan normalisasi jadwal ini, KRL akan kembali beroperasi melayani 991 perjalanan per hari mulai pukul 04:00 WIB hingga 24:00 WIB. Hal itu berlaku untuk seluruh 80 stasiun dan seluruh rute KRL.

Baca juga: BPTJ Imbau Masyarakat Patuhi Social Distancing di Angkutan Umum

"Dengan normalisasi jadwal ini, kami mengimbau pengguna untuk tetap beraktivitas dari rumah, kecuali kegiatan yang sangat perlu dan mendesak. Jadwal KRL Kembali normal tidak untuk dimanfaatkan bepergian dengan tujuan-tujuan yang tidak mendesak," jelas Anne.

Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia telah melakukan berbagai upaya mencegah penyebaran virus korona pada transportasi publik, khususnya KRL Commuter Line.

Salah satunya dengan pembatasan layanan yakni pemotongan jam operasional dari semula pukul 04.00-23.30 WIB (untuk relasi Jakarta Kota-Bogor) dan 05.00-22.30 WIB (relasi Maja/Serpong/Parung Panjang) menjadi prorata hanya beroperasi pada 06.00-20.00 WIB yang dimulai hari ini.

Upaya lainnya termasuk pembersihan kereta secara intensif dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh pengguna, penyediaan hand sanitizer di kereta dan stasiun hingga lebih dari 2.000 botol.

Selanjutnya, di beberapa stasiun juga mulai tersedia tempat cuci tangan selain di toilet, bagi pengguna untuk digunakan sebelum maupun sesudah menggunakan KRL.

Penerapan jarak sosial di stasiun dan kereta juga dilakukan di dalam stasiun dan kereta. Di dalam stasiun, PT KCI bersama KAI membuat garis batas antrian di loket, gate, dan sebelum pemeriksaan suhu tubuh.

Selanjutnya, petugas juga mengarahkan pengguna untuk mengisi kereta/gerbong yang kosong terlebih dahulu. Selama perjalanan, petugas pengawalan kereta juga bergerak mengimbau pengguna untuk berpindah dari kereta/gerbong yang penuh ke kereta/gerbong yang lebih kosong.

Sejalan dengan kebijakan dari pemerintah dan imbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah juga semakin banyak masyarakat yang mengikuti.

Dalam satu pekan terakhir, jumlah pengguna KRL telah turun 50-60% dari rata-rata 1 juta pengguna per hari menjadi hanya 400-500 ribu pengguna setiap harinya.

Berbagai kebijakan ini tentu perlu juga mendapat dukungan dari para pengguna KRL untuk bersama-sama menerapkan jaga jarak serta gaya hidup bersih dan sehat. (OL-1)

BERITA TERKAIT