23 March 2020, 09:28 WIB

BPTJ Imbau Masyarakat Patuhi Social Distancing di Angkutan Umum


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MULAI hari ini, Senin (23/3), dilakukan penyesuaian operasi angkutan umum massal di Jabodetabek. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti menyampaikan bahwa, pada prinsipnya, operasional angkutan umum massal tetap berlangsung namun dikurangi frekuensi dan rute dengan tujuan mengurangi pergerakan orang di wilayah Jabodetabek.

“Langkah ini diambil sejalan dengan kebijakan untuk lebih memperketat mobilitas masyarakat di Jakarta dan daerah sekitarnya untuk mengurangi risiko penularan virus korona (Covid-19),”ujar Polana dalam keterangan resmi, Senin (23/3).

Polana pun meminta segenap masyarakat mematuhi anjuran untuk menerapkan social distancing.

Baca juga: Social Distancing di KRL: Longgar di Peron, Padat di Kereta

“Sehubungan dengan hal itu, kami mengimbau masyarakat benar-benar mengurangi mobilitas dengan mengutamakan beraktivitas di rumah,” kata Polana.

Lebih lanjut, Polana meminta masyarakat yang memang masih terpaksa melakukan mobilitas menggunakan angkutan umum massal untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pola operasi yang mulai dilakukan hari ini.

“Selain penyesuaian operasional, angkutan umum massal di Jabodetabek tetap akan menjalankan mekanisme social distancing sehingga volume penumpang dalam setiap operasional akan berkurang,” tegasnya.

Kepada masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi, Polana menyampaikan jika memang terpaksa harus melakukan mobilitas untuk sementara akan lebih baik memanfaatkan kendaraan pribadi.

Namun, Polana sekali lagi menekankan jika yang lebih diutamakan adalah masyarakat harus semaksimal mungkin mengurangi aktivitas dan pergerakan.

Informasi mengenai penyesuaian pola operasi angkutan umum massal oleh masing-masing operator disebarluaskan di antaranya melalui akun media sosial masing-masing.

Oleh karena itu, masyarakat, khususnya pengguna angkutan umum massal, diminta membangun kebiasaan mengakses informasi melalui akun-akun resmi para operator angkutan umum massal di antaranya @commuterline untuk PT Kereta Commuter Indonesia, @mrtjkt untuk MRT Jakarta, @lrtjkt untuk LRT Jakarta, dan @pt_transjakarta untuk TransJakarta.

Selain itu, masyarakat dapat pula mengakses akun resmi BPTJ melalui @bptjkemenhub yang akan me-reposting setiap perkembangan pola operasi angkutan umum massal yang dilakukan oleh para operator.

"Update informasi mengenai perkembangan penyesuaian pola operasi selalu akan dilakukan oleh para operator melalui akun media sosial mereka. Jika masyarakat sudah terbiasa mengakses maka akan segera mendapatkan informasi," tutupnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta dan PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) menerapkan pembatasan layanan transportasi.

Untuk MRT, LRT, dan PT Transjakarta serta KRL telah membatasi layanan transportasi dengan hanya beroperasi pada pukul 06.00-20.00 WIB.

MRT dan LRT memperpanjang waktu tunggu (headway) dari 5 menit pada jam sibuk dan 10 menit di waktu reguler menjadi 20 menit. Untuk KRL, waktu tunggu di semua relasi bervariasi antara 15 menit hingga 30 menit.

Sementara TransJakarta menghentikan layanan rute-rute nonkoridor dan perbatasan. Rute Trans-Jakarta yang masih beroperasi hanya pada 13 koridor. Pembatasan layanan transportasi ini akan berlaku selama dua pekan. (OL-1)

BERITA TERKAIT