23 March 2020, 10:15 WIB

Gara-Gara Korona, 23 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara Kolombia


Willy Haryono | Internasional

KERUSUHAN di sebuah penjara di Bogota, Kolombia, menewaskan 23 narapidana dan melukai 83 lainnya. Kerusuhan dipicu aksi protes tahanan yang mengeluhkan kondisi kebersihan penjara di tengah pandemi penyakit virus korona (Covid-19).

Menteri Hukum dan Keadilan Kolombia Margarita Cabello Blanco mengatakan 32 narapidana telah dilarikan ke rumah sakit. Tujuh sipir penjara juga terluka, dua di antara mereka berada dalam kondisi kritis.

Dikutip dari Guardian, Kolombia berencana melakukan penutupan total (lockdown) untuk meredam penyebaran Covid-19 mulai Selasa (24/3) malam mendatang.

Baca juga: Pertemuan Lebih dari 2 Orang Dilarang di Jerman

Sejauh ini, berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, Senin (23/3), jumlah kasus Covid-19 di Kolombia mencapai 231 kasus dengan dua kematian.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan dan menyakitkan," ujar Cabello Blanco. "Tadi malam, ada percobaan melarikan diri secara massal di penjara La Modelo dan juga kerusuhan di sejumlah pusat detensi di Kolombia."

Sejumlah video mengenai kerusuhan di penjara Kolombia bermunculan di media sosial. Di salah satu video, seorang pria terdengar berteriak dan mengatakan bahwa narapidana "dibiarkan seperti anjing" di tengah pandemi virus korona.

Cabello Blanco mengatakan tidak ada satu pun narapidana yang berhasil melarikan diri di tengah kerusuhan.

"Tidak ada masalah kebersihan yang dapat memicu upaya melarikan diri dan kerusuhan ini. Tidak ada satu pun infeksi (Covid-19) di dalam penjara," ungkapnya.

Korban meninggal kedua akibat Covid-19 di Kolombia adalah seorang perempuan lanjut usia di kota Cali. Kementerian Kesehatan Kolombia mengatakan perempuan itu tertular Covid-19 dari anaknya yang baru saja pulang dari Kuba.

Anak dari perempuan itu kini mengalami gejala batuk-batuk, sementara suaminya dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan positif mengidap Covid-19. (OL-1)

BERITA TERKAIT