23 March 2020, 08:41 WIB

Warga Bandel tidak Jaga Jarak, Operasi Pasar Murah di DKI Ditunda


Cindy | Megapolitan

PEMPROV DKI Jakarta menunda pelaksanaan operasi pasar murah yang rencananya berlangsung di lima wilayah kota administrasi, Senin (23/3) hingga Selasa (24/3). Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) saat operasi berlangsung.

"Operasi pasar murah telah berlangsung sejak Rabu (18/3) yang berjalan aman dan lancar. Namun, pada hari kelima, (Minggu (22/3)) terkendala karena antusiasme warga yang berakibat tidak menjaga jarak aman (social distancing)," ucap Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, di Jakarta, Senin (23/3).

Penundaan operasi pasar tersebut terjadi di sepuluh lokasi meliputi Pasar Pal Meriam Jakarta Timur, Pasar Cidodol Jakarta Selatan, Kantor Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, Pasar Pademangan Barat Jakarta Utara, Pasar Tambora Jakarta Pusat. Kemudian Pasar Pondok Bambu Jakarta Timur, Pasar Bukit Duri Jakarta Selatan, Pasar Gondangdia Jakarta Pusat , Pasar Tugu Jakarta Pusat, dan Pasar Slipi Jakarta Barat.

Baca juga: Social Distancing di KRL: Longgar di Peron, Padat di Kereta

Operasi pasar ini menerjunkan petugas PPKUKM berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), Sugar Corporations, dan Pasar Jaya. Namun, masyarakat tetap tidak mengindahkan imbauan menjaga jarak aman satu meter pada saat antre.

"Kami akan terus lakukan evaluasi terkait hal ini," kata Ratu.

Pelaksanaan operasi pasar murah akan dijalankan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintah pusat dan Pemprov DKI akan memastikan setiap warga yang datang menggunakan masker dan menjaga jarak satu meter antarwarga.

"Harapannya, masyarakat tetap aman dan terjamin untuk mendapatkan kebutuhan pangan (beras, minyak, dan gula) yang mulai langka di tengah wabah Covid-19," ujar Ratu.

Data per Minggu (22/3), kasus positif Covid-19 bertambah 64 pasien menjadi 514 kasus. Pasien diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh berjumlah 29 orang. Sebanyak 48 pasien dinyatakan meninggal karena Covid-19. (OL-1)

BERITA TERKAIT