23 March 2020, 09:00 WIB

Whatsapp Luncurkan Pusat Informasi Covid-19


Bagus Pradana | Weekend

WHATSAPP meluncurkan pusat informasi untuk mengurangi penyebaran berita-berita yang disinformatif (Hoax) terkait Covid-19 yang berpotensi menjadi pemicu kepanikan massal. Anak perusahaan dari Facebook ini telah bermitra dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) untuk mengembangkan portal terpadu agar orang-orang bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang perkembangan penanganan wabah COVID-19. Pengguna dapat mengaksesnya melalui whatsapp.com/coronavirus.

Pusat informasi digital dari WhatsApp ini menyajikan panduan dasar kepada para penggunanya untuk melakukan validasi informasi secara sederhana selama wabah COVID 19 masih berlangsung. Selain itu situs ini juga menawarkan kiat dan rekomendasi penggunaan fitur aplikasi pendukung agar para pengguna dapat berkomunikasi dengan lebih baik via WhatsApp terutama ketika menghadapi kondisi darurat. 

Tak ketinggalan WhatsApp juga menyertakan informasi mengenai hotline perpesanan dengan WHO dan UNICEF. Hotline ini dimaksudkan untuk membantu orang-orang yang mencari informasi tentang COVID-19 dari sumber terpercaya. 

Selain itu, pusat informasi ini juga telah bekerja sama dengan pemerintah di negara-negara terdampak seperti Singapura, Israel, Afrika Selatan, Brasil, dan Indonesia, untuk mengirim teks kepada warganya mengenai Virus Korona.

Dilansir dari thenexweb.com (18/3), Will Cathcart, Head of WhatsApp menyatakan, pihaknya ingin membantu penanganan wabah pandemi Korona ini dengan meminimalisir penyebaran hoax dan berita-berita yang justru berpotensi menimbulkan kepanikan terkait dengan pandemi global ini.

Untuk mengoptimalkan fungsi tersebut, WhatsApp memberikan donasi sebesar 1 juta US Dolar kepada Jaringan Pengecekan Fakta Internasional (IFCN) yang diinisiasi oleh Poynter Institute, untuk mendukung gerakan pengujian fakta seputar penanganan Covid 19 atau #CoronaVirusFacts yang melibatkan 100  organisasi lokal di 45 negara.  

"Kami ingin menyediakan bantuan yang sederhana (berupa pusat informasi) yang dapat membantu menghubungkan orang-orang saat ini. Kami juga senang dapat bermitra dengan Poynter Institute yang telah membantu melibatkan banyak elemen dalam upaya pemeriksa fakta yang sedang berusaha kami usung melalui WhatsApp, serta sebagai bentuk upaya untuk meminimalisir rumor yang simpang siur," ungkap Will Cathcart, Head of WhatsApp.

"Kami akan terus berusaha menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait di negara terdampak, agar mereka berkenan memberi pembaruan data secara langsung kepada WhatsApp," pungkasnya. (M-1)

BERITA TERKAIT