23 March 2020, 08:15 WIB

Gara-Gara Covid-19, Nainggolan Ingin Berkarier Hingga Usia 50


Antara | Sepak Bola

GELANDANG Cagliari Radja Nainggolan mempertimbangkan ulang soal kelanjutan karier sepak bola profesionalnya dan ingin bermain sampai usia 50 tahun. Hal itu lantaran pandemi Covid-19 membuatnya sadar ia akan bosan jika harus di rumah seharian penuh.

Hal itu disampaikan Nainggolan sebagai kelakar dalam sesi tanya jawab bersama suporter yang disiarkan langsung melalui akun Instagram resmi Cagliari, @cagliaricalcio, Senin (23/3) dini hari WIB.

"Saya selalu bilang ingin bermain sepak bola sampai usia 34 tahun. Tapi, beberapa hari belakangan, saya mulai berpikir akan bermain sampai usia 50 tahun," kata Nainggolan.

Baca juga: Akhirnya Douglas Costa Mudik

"Soalnya diam di rumah seharian penuh tidak cocok buat saya. Ketika keadaan ini berakhir, saya akan menikmati keluar malam bersama teman-teman, seperti sebelum-sebelumnya," imbuhnya.

Untuk mengurangi kebosanan, Nainggolan mengaku banyak menghabiskan waktunya dengan menggenggam stik PlayStation, menonton televisi, atau bersenang-senang dengan set disc jockey yang ia miliki.

"Sejauh ini, saya masih bisa melewati masa-masa ini dengan baik sembari menunggu kabar baik kami bisa bermain lagi. Namun, belakangan saya kerap lupa waktu," katanya.

"Kami main PlayStation, menonton televisi, terkadang bermain dengan set DJ. Jika tidak begitu, hari-hari akan terasa membosankan," pungkas Nainggolan.

Nainggolan, musim ini, kembali ke Cagliari, tim yang dibelanya pada 2010-2014, berstatus pemain pinjaman dari Inter Milan setelah tersisih dari skuad lantaran kedatangan Antonio Conte sebagai manajer baru Nerazurri.

Pemain berpaspor Belgia dengan darah keturunan Indonesia itu tidak butuh waktu lama untuk "nyetel" lagi dengan Cagliari dan sejauh ini sudah mencetak lima gol dalam 21 penampilan, bahkan sempat terpilih sebagai Pemain Terbaik Serie A pada November.

Nainggolan kini harus ikut bersabar laiknya banyak pesepak bola di Italia lainnya, sebab kompetisi olahraga di negara itu dihentikan sementara setidaknya hingga 3 April, karena pukulan Covid-19 di sana.

Italia menjadi negara yang paling parah terdampak Covid-19. Bahkan, data WHO hingga 20 Maret, mencatat 4.032 nyawa melayang karena virus itu di Italia. Jumlah itu melampaui angka 3.261 korban jiwa di Tiongkok. (OL-1)

BERITA TERKAIT