23 March 2020, 00:22 WIB

Begini Tips Menyajikan Kuliah Daring Di Tengah Wabah Covid-19


Syarief Oebaydillah | Humaniora

KEBIJAKAN pemerintah dalam menangkal penyebarluasan wabah Covid -19 melalui belajar di rumah bagi siswa dan khususnya mahasiswa merupakan tantangan yang harus dilalui dengan baik sehingga dapat berjalan efektif.

"Salah satu tantangan terbesar pada implementasi pembelajaran dalam jaringan atau daring adalah kemampuan untuk mengkonversi kegiatan interaksi yang dijalin secara tatap muka di ruang-ruang kelas dipindahkan dan tampil dalam sebuah screen (layar) komputer, " papar Rektor Universitas Terbuka ( UT Ojat Darojat saat dihubungi Media Indonesia.

Ojat menjelaskan, tantangan yang dihadapi ialah membuat dosen hadir di kalangan mahasiswa meski lewat layar. Sejalan dengan itu, mahasiswa juga harua bisa merasa terkoneksi dengan rekan kuliahnya meski sedang belajar lewat layar komputer 

"Apa yang dilalukan dosen supaya mahasiswanya mampu membangun komunitas akademik di alam maya ? Dan masih banyak lagi yang harus dipertimbangkan ketika kita ingin menyelenggarakan layanan pembelajaran dalam jaringan atau daring ini,  ujarnya.

Menurut Ojat telah banyak teori dan konsep disampaikan para tokoh dan pemerhati pendidikan jarak jauh. Disamping itu telah banyak juga praktek baik yang bersifat heuristic practice untuk membantu dalam mengembangkan dan mengimplementasikan online pedagogy. 

Ojat mengungkapkan sejumlah contoh sederhana yang perlu dipertimbangkan dalam memberikan pengalaman belajar secara online yang bermakna bagi mahasiswa. Pertama, kelengkapan dan persiapan, yakni perlu dikembangkan rancangan aktivitas (silabus) yang jelas dan rinci untuk pedoman mahasiswa dalam mengikuti aktivitas belajar (per topik) disertai informasi detil komponen dan proses interaksi akademik

Baca juga : Cegah Penularan Covid-19, Opsi Penundaan SBMPTN Dikaji

Juga perlu diberikan sapaan pada tiap topik atau aktivitas pembelajaran, minimal instruksi aktivitas yang akan dilakukan dan penjelasan umumnya.

Kedua, pnyajian materi harus lebih menarik dan bervariasi  dengan memanfaatkan open educational resources (OER).

Juga mesti berkesinambungan antara topik dan materi dengan materi yang ditentukan pada silabus.

Penyajian materi lebih komunikatif yaitu dengan instruksi yang jelas dan bersifat memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif dalam forum diskusi.

"Forum diskusi diberikan secara reguler dengan topik yang sesuai dengan silabus," cetus Ojat

Ketiga, Forum diskusi dan pemberian latihan atau tugas. Dalam hal ini topik pada forum diskusi lebih fokus dan mengarah pada pencapaian kompetensi.

"Peran fasilitator lebih aktif dalam pemberian feedback baik pada forum diskusi maupun tugas mata kuliah, " pungkas Ojat.(OL-7)

BERITA TERKAIT