23 March 2020, 07:10 WIB

Alat Pelindung Diri dan Reagen PCR Paling Dibutuhkan


(Ifa/Ind/X-7) | Humaniora

ALAT pelindung diri (APD) dan perangkat uji laboratorium merupakan dua hal paling dibutuhkan dalam penanganan covid-19 saat ini.

Kecukupan APD ini bisa membuat para tenaga kesehatan tenang dalam bertugas. Namun, berbagai rumah sakit di Tanah Air kini mengeluhkan mulai kekurangan alat tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof drh Wiku Adisasmito dan Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah secara terpisah.

"Padahal, APD merupakan alat pertahanan utama dalam menghadapi virus yang sudah menjadi pandemi ini. Rumah sakit yang kekurangan APD pun mengubah sistem pemakaian kelengkapan tersebut dari yang biasanya satu APD untuk satu pasien, menjadi satu sif," jelas Harif, Sabtu (21/3).

Selain APD, lanjut Harif, rumah sakit-rumah sakit rujukan utama seperti RSPI Sulianti Saroso juga sudah mulai meminta bantuan tenaga keperawatan. Untuk itu, PPNI telah melakukan rekrutmen perawat. "Hal ini dilakukan sebagai antisipasi jika eskalasi pandemi ini terus memuncak. Khusus untuk wilayah DKI sudah terekrut 146."

Sementara itu, Wiku Adisasmito mengatakan, selain APD dan perangkat uji laboratorium, alat kesehatan yang juga dibutuhkan dalam perawatan pasien covid-19 adalah ventilator untuk membantu pernapasan bagi pasien yang mengalami gejala sesak napas.

"Prioritas saat ini adalah APD, perangkat uji laboratorium seperti reagen reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR), viral transfer media (alat untuk mengirim sampel virus), rapid diagnosys test (kit tes cepat), dan nassal swab (alat untuk mengambil spesimen)," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Graha BNPB, kemarin.

Laboratorium yang ada di berbagai daerah di Indonesia sebenarnya bisa melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi virus covid-19. Namun, hal itu membutuhkan reagen RT-PCR untuk setiap laboratorium.

Di sisi lain, juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto mengatakan pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam atas meninggalnya sejumlah tenaga kesehatan di tengah pandemi virus covid-19 di Tanah Air. Tenaga kesehatan yang meninggal tersebut, antara lain dr Hadio Ali Khazatsin, dr Djoko Judodjoko, dan dr Adi Mirsa Putra.

"Kami menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya. Yakinlah kita berada dalam pengabdian yang benar, profesional, dan kita berikan semuanya untuk kebaikan rakyat yang kita cintai ini," tambahnya. (Ifa/Ind/X-7)

BERITA TERKAIT