23 March 2020, 04:40 WIB

Harga Bahan Pokok masih Melambung


(AD/PO/SL/RF/N-3) | Nusantara

HARGA sejumlah bahan kebutuhan pokok di sejumlah daerah masih melambung. Penyebaran virus korona menjadi pemicunya.

Di sejumlah pasar tradisi­onal Tasikmalaya, selama penyebaran virus korona berlangsung, telah mengerek harga telur ayam ke level Rp26.300 per kg.

“Kebutuhan pokok sejak beberapa pekan telah naik, termasuk telur, semula Rp20 ribu naik Rp21 ribu dan saat ini sudah di angka Rp26.300 per kg,” kata Nining, pedagang di Pasar Cikurubuk.

Di Jambi, harga gula pasir per kg masih bertengger di Rp16 ribu per kg. Adapun harga ayam potong merangkak naik dari Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu per kg.

Meski begitu, Pelaksana Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Ronsnida mengungkapkan, kondisi tersebut relatif stabil.

Kenaikan harga gula juga terjadi di Pasar Tradisional Kasih, Kelurahan Naikoten 1, Kota  Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para pedagang mengatakan penyebabnya ialah adanya penaikan harga dari produsen.

Kemarin, harga gula telah mencapai Rp17 ribu per kg atau naik Rp4.000 dari sebelumnya Rp13 ribu per kg. “Harga gula per karung seberat 50 kg telah mencapai Rp765 ribu, naik dari harga normal Rp640 ribu,” kata Mustafa, pedagang di Pasar Kasih, Kupang.

Harga gula pasir di Provinsi Bangka Belitung, khususnya di Sungailiat, juga melonjak hingga Rp17 ribu per kg.

Senada, sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai kosong dan mengalami lonjakan harga. Meski begitu, Kantor Wilayah Badan Usaha Logistik (Bulog) Kalsel menjamin stok pangan berupa beras aman hingga lima bulan ke depan.

Humas Bulog Kanwil Kalsel Arif Mandu mengatakan, setidaknya ada dua komoditas di bawah pengawasan Bulog  yang saat ini dalam kondisi kosong, yaitu gula dan tepung terigu.

“Bulog telah mengambil langkah-langkah berupa peng­ajuan tambahan pasokan ke pemerintah pusat sebanyak 1.000 ton gula dan tepung terigu dalam proses muat di pelabuhan Jawa Tengah dan diperkirakan masuk ke Kalsel pada akhir Maret ini sebanyak 17 ton,” kata Arif, kemarin. (AD/PO/SL/RF/N-3)

BERITA TERKAIT