23 March 2020, 06:40 WIB

Banyak Warga tidak Patuhi Fatwa MUI soal Korona


(Ind/BN/FL/P-1) | Politik dan Hukum

FATWA MUI mengenai imbauan untuk tidak melaksanakan ibadah berjemaah sehubungan dengan penyebaran covid-19 masih belum sepenuhnya ditaati masyarakat. Jumat (20/3) kemarin, misalnya, beberapa masjid di Jakarta dan Bekasi terpantau tetap melaksanakan ibadah salat Jumat dan masih dipenuhi jemaah.

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebut masih adanya masyarakat yang melaksanakan ibadah di masjid atau kegiatan peribadatan lainnya bisa disebabkan beberapa faktor, antara lain interpretasi fatwa, persepsi terhadap situasi yang berbeda-beda, dan kurangnya sosialisasi terkait dengan covid-19.

Menurutnya, masyarakat memiliki penafsiran yang berbeda pada fatwa MUI. “Fatwa MUI menyebutkan bahwa bagi mereka yang sehat dan daerahnya tidak berbahaya boleh menyelenggarakan salat fardu berjemaah, salat Jumat, dan kegiatan keagamaan dengan tetap menjaga kebersihan dan keselamatan,” kata Abdul.

Selain itu, lanjutnya, sosialisasi terkait dengan covid-19 kepada masyarakat dinilai masih kurang. “Mereka (masyarakat) menganggap korona sebagai masalah biasa karena tidak merasakan langsung dampak dan bahaya yang ditimbulkannya,” jelasnya.

Namun, Abdul juga melihat masih adanya pemahaman fatalistis berdasarkan hadis secara tekstual bahwa tempat berlindung terbaik ketika terjadi musibah ialah masjid. Selain itu, ada juga pemahaman bahwa hidup dan mati ialah takdir Tuhan dan mereka yang mati karena wabah termasuk mati syahid.

“Pemahaman yang salah ini harus diluruskan melalui dialog dan penjelasan ajaran Islam yang komprehensif,” ungkapnya.

Di sisi lain, Abdul menilai bahwa sebagian besar masyarakat mematuhi fatwa MUI. “Muhammadiyah sudah ada maklumat yang insya Allah dipatuhi oleh sebagian besar warga Persyarikatan.’’

Di Surabaya, tempat ibadah di Jatim sudah diimbau untuk ditiadakan sementara dan menjalankan di rumah saat wabah virus korona. Namun, hal itu tak berpengaruh pada Gereja Pantekosta di Indonesia Menganti, Surabaya, yang tetap menjalankan ibadah. (Ind/BN/FL/P-1)

BERITA TERKAIT