22 March 2020, 19:50 WIB

Revisi APBN untuk Perkuat Jaring Pengaman Sosial Akibat Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora

MEREBAKNYA wabah Covid-19 hingga di  beberapa daerah di Tanah Air dinilai semakin menggerus perekonomian nasional.

Hal itu dapat dilihat dari adanya defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI) dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), juga inflasi  tinggi akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat 

Termasuk juga melemahnya IHSG  yang secara langsung maupun tidak lamgsung berdampak menurunnya  daya beli  masyarakat secara drastis.

Demikian disampaikan nggota DPR RI FPKB, Marwan Jafar lewat keterangan resmi, Minggu (22/03).

"Pemerintah harus melakukan revisi dan realokasi APBN 2020 untuk  mengurangi kegiatan-kegiatan  yang berskala besar dan jangka panjang agar difokuskan pada sektor kesehatan, sosial dan ekonomi mikro sehingga langsung dirasakan masyarakat di tengah wabah virus corona," tandasnya.

Mantan Menteri Desa PDTT ini menambahkan, strategi konkret dan mendesak  yang segera dilakukan pemerintah adalah menerapkan kembali intervensi program bidang kesehatan untuk tanggap darurat Covid-19, bidang sosial dalam bentuk  JPS (Jaring Pengaman Sosial) dan bidang ekonomi dalam bentuk  bantuan UMKM. 

Sebab, program JPS  dinilai tepat untuk membantu masyarakat  miskin dan pengangguran untuk meningkatkan daya beli mereka. Sementara UMKM dinilai sebagai pelaku usaha yang tahan banting di tengah situasi darurat ekonomi. 

"Hemat saya, perlu kebijakan mengurangi suku bunga Bank, dan perlu mempermudah KUR (Kredit Usaha Rakyat) agar usaha UMKM tetap bertahan", imbuhnya. 

Marwan juga mendesak agar refocusing anggaran di seluruh kementerian/lembaga dan pemda agar membantu intervensi program untuk  menggenjot  sektor  pertanian, perikanan, perkebunan dan sektor informal  agar  segera  bangkit. 

Selain itu, Marwan juga ingatkan pemerintah agar antisipasi adanya lonjakan harga kebutuhan pokok atau sembako  bagi masyarakat dengan melakukan operasi pasar hingga daerah-daerah. 

"Perlu segera antisipasi operasi pasar untuk menstabilkan harga sembako", tegasnya. 

Marwan yakin, dengan cara itu Indonesia dapat bertahan dari kemungkinan terburuk krisis dan resesi ekonomi sembari tetap mengencangkan ikat pinggang dan mengurangi utang. (OL-8). 

BERITA TERKAIT