23 March 2020, 04:00 WIB

Pembangunan Infrastruktur Berlanjut


(Ins/Ssr/Medcom/J-1) | Megapolitan

WALAU virus korona (covid-19) tengah merebak di DKI Jakarta yang membuat berbagai aktivitas harus ditunda atau dihentikan, pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota tetap berjalan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan seluruh pekerjaan, seperti pembangunan terowongan, jalan layang, dan trotoar masih berjalan sesuai dengan rencana dan akan selesai sesuai dengan target.

“Untuk proyek, sementara tetap berjalan, tapi dengan SOP yang ketat,” ungkap Hari di Jakarta, kemarin.

Kata Hari, ada sejumlah proyek yang dikerjakan Dinas Bina Marga DKI, yaitu tiga jalan layang (flyover), satu terowongan, main hole utilitas, pengerjaan perbaikan jalan, dan revitalisasi trotoar.

Perincian anggarannya flyover Tanjung Barat sekitar Rp163 miliar, flyover Cakung Rp261 miliar, flyover Lenteng Agung-IISIP Rp143 miliar, dan terowongan Senen Rp169 miliar.

Sebelum bertugas, menurut Hari, seluruh pekerja proyek harus melakukan tes suhu badan. Kontraktor atau perusahaan konstruksi yang melaksanakan pengerjaan proyek wajib menyediakan sejumlah alat pelindung kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer.

“Mulai masuk kerja, para pekerja proyek di tes suhunya, pakai sarung tangan, dan hand sanitizer cuci tanga­n disiapkan sebelum dan sesudah makan,” tutunya.

Hingga saat ini, menurut Hari, seluruh pekerja proyek masih dalam keadaan sehat dan belum ada yang melaporkan keluhan gejala korona.

Work from home

Sejak enam hari diterbitkannya surat edaran perihal imbauan bekerja di rumah atau work from home (WFH), sebanyak 974 perusahaan di Jakarta sudah menerapkan kebijakan tersebut.

“Masih terus bertambah. Saat ini sudah 974 perusahaan dengan 367.941 tenaga kerja bekerja di rumah,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Andri Yansyah.

Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3590/SE/2020 tentang tinda­k lanjut seruan Gubernur Anie­s Baswedan yang telah menerbitkan Seruan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peng­hentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Covid-19.

Dalam seruan dari Disnaker DKI tersebut, disebutkan semua perusahaan melaksanakan seruan gubernur dengan mengatur tenaga kerja agar bisa melaksanakan kegiatan bekerja di rumah.

Namun, tertulis juga pada bidang-bidang perusahaan tertentu yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, seperti bidang kesehatan, pangan atau kebutuhan pokok, energi, jasa keuangan, dan sistem pembayaran dapat mengatur pegawai untuk berkegiatan di kantor.

Perusaahan itu diharapkan melaporkan langkah pencegahan penyebaran covid-19 yang dilaksanakan mereka ke Disnaker DKI mulai 23 Maret hingga 22 April. “Belum ada sanksi karena sifatnya imbauan. Kami terus lakukan sosialisasi dan imbauan untuk melakukan WFH,” pungkas Andri. (Ins/Ssr/Medcom/J-1)

BERITA TERKAIT