22 March 2020, 21:05 WIB

Indahnya Kebersamaan di Grand Wisata Bekasi Melawan Korona


Sri Utami | Megapolitan

COVID-19 terus mengganas di Indonesia. Per hari ini, 514 orang sudah positif terinfeksi korona dan 48 di antaranya meninggal dunia. Sangat manusiawi untuk berwalang hati manakala jumlah penderita kian bertambah.

Akan tetapi, warga di Perumahan Grand Wisata, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, sejak beberapa hari terakhir memilih untuk mengedepankan rasa kemanusiaan dan pantang tunduk pada rasa takut.

Ketika salah satu warga mereka harus menjadi pasien Covid-19, Forum Komunikasi Warga Grand Wisata (FKWGW) langsung bersatu padu sebagai wujud perlawanan terhadap virus yang memang belum ada penangkalnya itu.

Baca juga:Info Terbaru Covid-19: 514 Orang Positif Terinfeksi

Awalnya, informasi yang ramai beredar di Whatsapp menyebutkan bahwa seorang warga di Grand Wisata Bekasi berjenis kelamin laki-laki positif terinfeksi korona. Ia sudah dilarikan ke salah satu rumah sakit. Sejak saat itu, 11 orang yang ada di rumahnya harus menjalani isolasi mandiri.

Lalu bagaimana isteri, anak, supir, dan pembantu, di rumah tersebut memenuhi kebutuhan hidup? Penelusuran Media Indonesia mengungkap bahwa segala urusan mereka termasuk berbelanja ke pasar dibantu oleh paguyuban.

Bentuk dukungan dan kebersamaan warga dilakukan secara sukarela termasuk bergotong-royong menyediakan makanan untuk tetangga mereka yang kini berstatus ODP.

"Untuk kebutuhan belanja harian dicatat dan kami kirimkan ke depan rumah atas permintaan ODP. Di antara mereka, ada beberapa asisten rumah tangga agar tetap aktif untuk mengisi kegiatan dan kejenuhan selama masa isolasi. Sampah basah dan kering dari rumah ODP kami angkut dan buang secara rutin setiap hari," ujar Pengurus FKWGW Sandi Siswantoro saat berbincang-bincang dengan Media Indonesia, Minggu (22/3/2020).

Sejauh ini, 11 orang di rumah tersebut masih negatif korona. Sang kepala keluarga yang tengah menjalani perawatan pun sudah berangsur-angsur pulih. Kabar baiknya, ia akan diperbolehkan untuk kembali pulang minggu ini dan berkumpul bersama orang-orang yang dicintai jika hasil tes terakhir sudah negatif korona.

Baca juga:Sesuai Janji Jokowi, Wisma Atlet Siap 100% Jadi RS Darurat Korona

"Jujur saja, keluarga ODP ini secara finansial jauh di atas rata-rata (mampu). Tetapi ini sebagai bentuk empati, solidaritas, dan full support warga. Kebutuhan makan harian (sayur, buah, air minum) dalam masa 14 hari isolasi ini, biayanya ditanggung kas cluster atau RW dan donasi warga cluster dalam bentuk bahan mentah," tuturnya.

Sandi menambahkan, perumahan Grand Wisata Bekasi terdiri dari 23 cluster. Seluruh warga sudah membentuk gugus tugas di setiap cluster yang dikepalai oleh warga dengan latar belakang medis, dokter, atau pun bidan.

"Ini adalah persepsi kami atas bentuk paling dasar dari konsep pelayanan kepada masyarakat dan perlawanan kepada korona berbasis komunitas," ujarnya.

Setiap harinya, tim melakukan pemantauan terhadap ODP yang kemudian mengabarkannya kepada seluruh warga di semua cluster melalui pesan singkat Whatsapp. Dalam laporan tersebut tim merinci setiap perkembangan warga yang positif korona dan dirawat di rumah sakit serta ODP.

"Ini bentuk laporan monitoring harian atas ODP di rumah kepada warga lain sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan kepada kepada warga ODP, sekaligus keterbukaan informasi kepada warga lain di dalam cluster," ungkap Sandi.

Baca juga:Partisipasi Masyarakat Perangi Covid-19

Kepala Puskesmas Tambun Arie M Noer mengatakan, partisipasi warga Grand Wisata bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. "Warga di sana dengan proaktif membentuk gugus tugas penanggulangan kasus Covid-19," ujar Arie saat dikonfirmasi.

Selama pemantauan, tim gugus tugas memastikan pasokan makanan untuk para orang dalam pemantauan (ODP). Hal ini membuat ODP merasa terlindungi dan nyaman karena pasokan makanan mereka selalu tersedia. Ini juga sekaligus membuat warga lain merasa aman.  

"Mereka sediakan dan antarkan makanan ke rumah ODP. Mereka mengedukasi warga bahwa ODP adalah korban yang harus mereka handle bersama-sama untuk memastikan pemutusan rantai penularan bisa dilakukan. Setiap hari mereka menyampaikan hasil pemantauan ke seluruh warga by WA. Tentunya tidak menyebut nama, hanya ODP," paparnya. (Sru/A-3)

BERITA TERKAIT