22 March 2020, 20:23 WIB

PSI Sebut 40 Ribu Warga Jakarta Perlu Lakukan Rapid Test


 Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Idris Ahmad menyebut perlu dilakukan rapid test atau tes cepat virus korona (Covid-19) sebanyak mungkin. Hal ini mengingat semakin melonjaknya warga Jakarta yang terjangkit virus korona.

"Jika kita anggap warga DKI sekitar 10 juta orang, setidaknya kita harus dapat minimal sample pengetesan sekitar 40 ribu orang. Hal itu agar kita bisa dapat gambaran pola penyebaran dan segera mengisolasi. Tapi, prinsipnya semakin banyak yang dites akan sangat baik," kata Idris kepada Media Indonesia, Jakarta, Minggu (22/3).

Per 22 Maret, diketahui Jakarta menjadi penyumbang kasus positif terbanyak dengan 40 kasus, sehingga terdapat 307 kasus positif Covid-19 di ibu kota saat ini.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 Kota Bogor Jadi 7 dan 1 Meninggal

Menurut informasi yang didapat Idris, rapid test bakal difokuskan kepada warga yang beriteraksi dengan pasien positif.

"Ini yang harus diperluas dan diiringi dengan sosialisasi yang masif. Kalau semakin banyak yang dites akan sangat baik. Tapi ini harus dilihat lagi dengan kesiapan petugas dan peningkatan kapasitas lab," jelas Idris.

Dirinya juga mendorong Kementrian Kesehatan untuk bisa optimal dalam distribusi logistik kesehatan ke daerah sehingga proses pemeriksaan bisa makin meluas.

Baca Juga: Penyemprotan Disinfektan di Sekolah dan Halte

Selain itu, PSI juga meminta alat test covid 19 digratiskan untuk lansia atau orang dengan gejala demam/batuk atau daerah dengan tinggi angka positif covis-19 atau habis bepergian dari wilayah yang sudah terindikasi positif virus tersebut.

PSI juga meminta pelibatan aparat keamanan diperlukan untuk mencegah adanya kegiatan yang memungkinkan tersebarnya virus COVID-19 secara massal. Aparat keamanan harus memastikan tidak terjadi konsentrasi massa dalam jumlah besar juga mengawasi perpindahan warga antar provinsi dan lintas batas negara.

Produksi masif hand sanitizer, disinfektan, masker disediakan oleh BUMN bidang farmasi/medis. Tercatat ada 4 BUMN Farmasi -Bio Farma, Indo Farma, Kimia Farma dan RNI yang bisa menyediakan itu. Lalu produk tersebut didistribusikan ke rumah sakit, Puskesmas dan aparat yang bekerja menangani covid-19 di lapangan. (Ins/OL-10)

BERITA TERKAIT