22 March 2020, 20:02 WIB

Boris Johnson Sebut Inggris Bisa Kewalahan Hadapi Covid-19


Antara | Internasional

PERDANA Menteri Boris Johnson menyebutkan, Badan Kesehatan Nasional (NHS) bisa kewalahan memerangi Covid-19 jika dalam duap minggu ke depan kasus covid-19 terus bertambah drastis di Negeri Ratu Elizabeth itu.

Johnson bahkan menyebut, kondisi Inggris bisa seperti Italia yang kasusnya terus melonjak tajam, ditambah jumlah kematian yang terus bertambah.

Kematian akibat virus korona baru di Italia itu tercatat mencapai hampir 5.000 kasus, jauh melebihi Tiongkok yang sebelumnya jadi pusat wabah. Sementara di Inggris yang memiliki 5.018 kasus positif Covid-19, ada 240 laporan kematian akibat Covid-19.

"Italia punya sistem perawatan kesehatan yang luar biasa. Tapi, dokter-dokter dan perawat mereka masih saja kewalahan," ujar Johnson.

Karena itu, Johnson meminta warganya untuk tetap tinggal di rumah agar menghentikan penyebaran virus yang bermula di Wuhan, Tiomgkok itu.

Baca juga : Singapura Larang Pendatang Asing Masuk dan Transit

Ia juga menyarankan warga untuk menjauh dari kalangan manula selama perayaan Hari Ibu pada 22 Maret.

"Satu-satunya hadiah terbaik yang bisa kita berikan adalah menghindarkan mereka dari risiko terkena penyakit yang sangat berbahaya," katanya.

Inggris mengidentifikasi ada 1,5 juta orang di negaranya yang berpotensi menderita jika terinfeksi virus korona karena mengidap sejumlah penyakit komorbid.

Pada Jumat, Johnson secara efektif mengarantina Inggris dengan memerintahkan tempat-tempat hiburan, restoran, teater, bioskop dan pusat kebugaran untuk menutup kegiatan dalam upaya memerangi Covid-19.

Toko-toko, selain toko yang menyediakan bahan pokok dan farmasi, juga mulai tutup. (Ant/OL-7)

BERITA TERKAIT